Parepare, Sulutreview.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Parepare menggelar pelatihan peningkatan kompetensi (upskilling) bagi puluhan operator dan pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Fuel III Sulselbar.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Lagota Cafe, Parepare, Sulawesi Selatan ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pelayanan energi di garda terdepan serta memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran.
Pjs. Sales Branch Manager Sulselbar III Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Ridho Hasbullah di Parepare, Kamis, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan agenda berkala untuk memastikan kompetensi operator selalu berkembang mengikuti dinamika lapangan.
”Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan operator selalu mengikuti perkembangan regulasi, memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang profesional, serta mampu menangani masukan maupun keluhan pelanggan dengan tepat,” ujar Ridho.
Selain aspek pelayanan konsumen, Ridho menekankan pentingnya penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) agar setiap pekerja dapat menjalankan tugas secara aman dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali materi mengenai pembaruan regulasi penyaluran BBM, teknik penanganan komplain, serta penguatan implementasi Program Subsidi Tepat melalui verifikasi QR Code pada setiap transaksi BBM bersubsidi.
”Verifikasi dilakukan pada setiap transaksi BBM bersubsidi sebagai bagian dari pengawasan agar penyaluran berlangsung sesuai ketentuan. Langkah ini mendukung distribusi energi yang lebih tepat sasaran sekaligus menjaga hak masyarakat yang berhak menerima BBM bersubsidi,” tambah Ridho.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC Hiswana Migas Parepare, H. Ibrahim Mukti mengemukakan bahwa program ini juga menyasar para pengawas SPBU untuk memperkuat fungsi pengawasan operasional harian.
”Pengawas memiliki peran penting dalam memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga. Melalui pelatihan ini diharapkan pengawas semakin mampu melakukan pembinaan kepada operator, menjaga kualitas dan kuantitas penyaluran BBM, serta merespons berbagai dinamika pelayanan di lapangan secara cepat dan tepat,” kata Ibrahim.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan layanan energi yang andal bagi masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
”Operator dan pengawas SPBU merupakan ujung tombak pelayanan Pertamina kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kompetensi, penguatan budaya keselamatan, serta pemahaman terhadap regulasi menjadi aspek penting yang terus kami dorong agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tutur Lilik.(hilda)












