Raih Piala Presiden, Gubernur Yulius Sambut Hangat Kepulangan Kontingen Pesparawi

Manado, Sulutreview.com – Suasana di dalam aula Graha Gubernuran mendadak riuh bercampur haru saat lagu pujian berkumandang, dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus.

Tangan Gubernur Yulius bergerak mantap layaknya seorang conductor profesional. Ia memandu kontingen Pesparawi yang baru saja mengharumkan nama Bumi Nyiur Melambai.

​Pemandangan ini menjadi puncak emosional dari ibadah syukur yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) untuk menyambut kepulangan kontingen, dalam wadah Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulut.

Mereka kembali sebagai pahlawan, dengan membawa pulang gelar Juara Umum sekaligus Grand Prix dari ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.

​Menariknya, ​ada yang berbeda dari penyambutan, di mana Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap, yakni sebuah busana formal tertinggi yang biasanya dicadangkan untuk momen-momen kenegaraan sakral. Namun bagi Gubernur Yulius, perjuangan putera puteri terbaik daerah ini layak mendapat penghormatan tersebut.

​”Saya mengenakan pakaian dinas upacara ini sebagai bentuk penghargaan dan rasa hormat terdalam saya kepada seluruh kontingen. Kalian telah berjuang dengan sungguh-sungguh, mengorbankan waktu dan tenaga, hingga membawa pulang Piala Presiden ini ke rumah kita, Sulawesi Utara. Ini adalah kebanggaan yang tak ternilai bagi seluruh masyarakat,” ungkap Yulius dengan bangga.

​Di balik megahnya piala dan medali yang berkilauan, tersimpan cerita yang ditempa selama berbulan-bulan saat latihan, hingga keraguan yang sempat menyelimuti. Karena untuk mempersiapkan penampilan di tingkat nasional bukanlah perkara mudah.

​Gubernur pun tak menampik hal tersebut. Ia tahu betul bahwa proses yang dilalui kontingen sangatlah penuh kerja keras.

​”Jerih lelah itu akhirnya terbayar lunas. Memang sebelumnya sempat ada keraguan yang muncul, itu manusiawi. Tetapi dengan latihan yang konsisten, disiplin baja, dan semangat pantang menyerah, keraguan itu kalah oleh kemenangan,” ucap Gubernur, disambut tepuk tangan riuh dari para penyanyi, pelatih, dan official yang hadir.

​​Kendati diselimuti euforia kemenangan yang luar biasa, Gubernur Yulius menyelipkan pesan yang menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa suara indah yang mereka miliki adalah anugerah, dan kemenangan ini harus dijaga dengan sikap hidup yang baik.

​”Saya sangat berharap Piala Presiden ini akan tetap berada di Sulawesi Utara pada masa-masa mendatang. Namun ingat, jangan pernah terlena dengan keberhasilan hari ini, dan jangan menjadi sombong. Prestasi yang besar harus selalu dijaga dengan kerja keras dan kerendahan hati. Ini adalah berkat Tuhan,” pesan Gubernur Yulius.

​Ibadah syukur sore, disambut sukacita, pelukan hangat, jabat tangan erat penuh kekeluargaan, dan keyakinan bahwa harmoni suara dari Sulut tidak hanya indah di atas panggung, tetapi juga membawa damai di hati setiap masyarakatnya.(hilda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *