Makassar, Sulutreview.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan penyaluran Biosolar subsidi sebesar 14 persen di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan kendaraan logistik sekaligus mengurai antrean di jalur Trans Sulawesi.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo di Makassar, Selasa (16_6/2026), mengatakan peningkatan pasokan dilakukan karena adanya lonjakan aktivitas pembelian oleh armada logistik dan truk angkutan barang dalam beberapa hari terakhir.
”Selama tiga hari terakhir, penyaluran Biosolar ke wilayah Maros telah kami tingkatkan sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata harian normal yang berada pada kisaran 212 kiloliter (KL) per hari,” ujar Yoga.
Menurut Yoga, pihaknya juga telah menyalurkan pasokan tambahan (extradropping) di luar pengiriman reguler sebanyak 48 KL yang disebar ke delapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) strategis.
Untuk memastikan proses pengisian berjalan tertib di tengah padatnya antrean pada jam-jam tertentu, Pertamina menyiagakan petugas marshal di lapangan untuk mengatur lalu lintas kendaraan di area SPBU.
Selain itu, Pertamina menjadwalkan program penguatan stok (build up stock) selama lima hari ke depan di sejumlah SPBU prioritas yang berada di jalur logistik utama.
”Kami juga berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk memetakan titik pengisian BBM kendaraan logistik agar distribusi kendaraan ke SPBU lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik,” tambah Yoga.
Dalam mengawal distribusi agar tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemangku kepentingan terkait di Sulawesi Selatan untuk mengawasi ketat penyaluran BBM bersubsidi ini.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto memastikan bahwa ketahanan stok Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi Selatan secara umum dalam kondisi aman.
”Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi stok, distribusi, serta pelayanan di SPBU agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik tetap terpenuhi,” kata Lilik.
Lilik juga mengimbau kepada masyarakat dan para pelaku industri transportasi untuk tetap bijak membeli BBM bersubsidi sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku agar asas keadilan energi dapat terwujud.(hilda)












