Makassar, Sulutreview.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar menggandeng komunitas lingkungan Biourban dan Berdaur.id menggelar pelatihan pengolahan limbah organik serta anorganik bagi pelajar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto di Makassar, Selasa, mengatakan program edukasi ini bertujuan membangun budaya pengelolaan sampah dan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
”Melalui kolaborasi ini, Pertamina ingin mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif kreatif yang memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Lilik.
Lilik menjelaskan bahwa langkah kolaboratif ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya timbulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Makassar. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan serta poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Rangkaian kegiatan edukasi ini menyasar sejumlah sekolah, diawali di SMA Negeri 17 Makassar yang melibatkan sekitar 360 siswa. Di sekolah tersebut, para pelajar mendapatkan materi dari tim Biourban mengenai pengolahan limbah organik menjadi maggot dan pupuk bernilai ekonomis.
Sebagai bentuk implementasi nyata, pihak Pertamina juga membagikan benih tanaman dan pupuk kepada para peserta untuk diaplikasikan di rumah masing-masing.
Kepala SMA Negeri 17 Makassar, Asmar Achmad menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini dan berharap edukasi lingkungan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di ekosistem sekolah.
Selain limbah organik, edukasi berlanjut di MTs Negeri 1 Makassar dengan fokus pada pengelolaan limbah anorganik, khususnya daur ulang plastik. Bersama komunitas Berdaur.id, para siswa mempraktikkan langsung pembuatan gantungan kunci memanfaatkan tutup botol dan kemasan plastik bekas.
Kepala MTs Negeri 1 Makassar menyambut baik pelatihan tersebut dan berharap kegiatan ini mampu memicu lahirnya gerakan pengelolaan sampah yang lebih masif di lingkungan madrasah, terlebih sekolah tersebut telah memiliki duta lingkungan.
Melalui pelatihan ini, Pertamina IT Makassar berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga kreatif dalam mengelola limbah di kehidupan sehari-hari.(hilda)






