Manado, Sulutreview.com – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Utara (Sulut) terus mengalami pertumbuhan signifikan. Pada triwulan I 2026, nilai transaksi QRIS tercatat mencapai Rp1,86 triliun dengan total lebih dari 16,06 juta transaksi.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan ini menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan dan adaptasi masyarakat terhadap sistem pembayaran digital dalam berbagai aktivitas ekonomi.
Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut), Ircham Andrianto Taufick, mengatakan peningkatan transaksi QRIS mencerminkan semakin luasnya penggunaan pembayaran non-tunai di tengah masyarakat.
“Pertumbuhan transaksi QRIS yang sangat positif menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman menggunakan metode pembayaran digital. Ini menjadi sinyal bahwa transformasi sistem pembayaran di Sulut berjalan dengan baik dan diterima oleh berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.
Selain didorong oleh meningkatnya penggunaan QRIS oleh masyarakat, pertumbuhan tersebut juga ditopang oleh semakin luasnya jaringan merchant yang menerima pembayaran digital.
Hingga Maret 2026, jumlah merchant QRIS di Sulut telah mencapai lebih dari 373 ribu, sementara jumlah pengguna melampaui 555 ribu orang.
Menurut Ircham, perluasan ekosistem QRIS memberikan manfaat tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“QRIS memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menerima pembayaran secara cepat, aman, dan efisien. Di sisi lain, masyarakat juga memperoleh pengalaman transaksi yang lebih praktis tanpa harus menggunakan uang tunai,” katanya.
Bank Indonesia memperkirakan tren positif tersebut akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Jumlah merchant QRIS di Sulawesi Utara diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 400 ribu, sementara jumlah pengguna diperkirakan mencapai 640 ribu orang.
Seiring dengan meningkatnya penggunaan QRIS, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga terus memperkuat edukasi dan literasi pembayaran digital guna mendorong transaksi yang aman dan inklusif. Langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan digitalisasi ekonomi daerah sekaligus memperkuat efisiensi sistem pembayaran di Sulut.
“QRIS tidak hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di daerah,” tutup Ircham.(hilda)













