Ketua TP-PKK Sulut Dorong Perempuan Jadi Pelaku UMKM

Manado, Sulutreview.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ny Anik Wandriani Yulius Selvanus, menjelaskan akan pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi perekonomian keluarga.

“UMKM menjadi fondasi utama dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya saat menghadiri Sosialisasi Penguatan UMKM yang berlangsung di Ruang Rapat FJ Tumbelaka, Kantor Gubernur Sulut, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini merupakan terobosan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulut, yang dihadiri oleh berbagai unsur organisasi perempuan serta perwakilan dari kabupaten/kota se-Sulut.

Anik menyoroti peran strategis perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui keterlibatan aktif di sektor ekonomi produktif.

“Perempuan memiliki kekuatan besar dalam menopang ekonomi keluarga. Ketika perempuan diberdayakan dan memiliki usaha, dampaknya langsung terasa pada kesejahteraan rumah tangga,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa UMKM telah terbukti menjadi sektor yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sehingga perlu terus diperkuat melalui pembinaan yang berkelanjutan.

“UMKM bukan sekadar usaha kecil, tetapi menjadi penopang ekonomi masyarakat. Karena itu, kita harus memastikan pelaku UMKM mendapatkan akses pengetahuan, pendampingan, dan peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Anik menekankan bahwa penguatan UMKM tidak hanya sebatas pada dukungan modal, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kualitas produk, serta tata kelola usaha yang baik.

“Pelaku UMKM perlu memahami pentingnya manajemen keuangan, inovasi produk, dan konsistensi dalam menjaga kualitas. Ini yang akan menentukan daya saing mereka di pasar,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas usaha dan sertifikasi sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga perlindungan merek dagang harus menjadi perhatian. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi nilai tambah yang membuat produk lebih dipercaya,” jelasnya.

Di era digital, lanjut Anik, pelaku UMKM juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam hal pemasaran.

“Sekarang adalah era digital. Pelaku UMKM harus memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Jangan hanya mengandalkan penjualan secara konvensional,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh organisasi perempuan, termasuk PKK, Dharma Wanita, dan Persit, untuk terus bersinergi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UMKM.

“Kita harus bergerak bersama. Organisasi perempuan memiliki jaringan yang kuat hingga ke tingkat akar rumput, ini menjadi kekuatan besar untuk mendorong lahirnya UMKM yang tangguh dan berdaya saing,” ucapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Anik berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan. Dari sini kita bisa saling belajar dan membuka peluang kerja sama,” katanya.

Di akhir sambutannya, ia secara resmi membuka kegiatan tersebut dan mengajak seluruh pihak untuk terus berkomitmen dalam memperkuat ekonomi keluarga melalui pengembangan UMKM.

“Dengan kerja sama dan komitmen bersama, saya yakin UMKM di Sulawesi Utara akan semakin maju dan mampu bersaing hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” tutupnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *