Dipimpin Sintya Bojoh PWI Sulut Silahturahmi ke Dansatrol Bitung Kodaeral VIII Manado Kolonel Marvil

Bitung, Sulutreview.com– Usai terpilih sebagai Ketua PWI Sulut tahun 2026. Ketua Sintya Bojoh langsung melakukan persiapan pelantikan pengurus.

Sebagai wujud dalam persiapan pelantikan pengurus, Sintya Bojoh dan pengurus PWI pusat Mercys Loho melakukan tatap muka dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sulut salah satunya adalah Ke Satuan Patroli (Satrol) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Bitung pada Jumat (10/04/2026).

Kedatangan Sintya Bojoh CS yang didampingi pengurus PWI Sulut lainnya yakni Yongky Sumual, wartawan disambut langsung oleh Komandan Satrol Kodaeral VIII Manado, Marvil Marfell Frits E.D.

Dalam kesempatan itu, Kolonel Marvill mengucapkan selamat atas terpilihnya Sintya Bojoh sebagai Ketua PWI Sulut sekaligus menegaskan kesiapan membangun kemitraan.
“Atas nama TNI Angkatan Laut, kami menyampaikan selamat. Dan selaku Komandan Satrol, kami menyatakan siap berkolaborasi sebagai mitra kerja,” ucap Marvill.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI AL dan insan pers sangat penting dalam mengedukasi masyarakat, khususnya terkait program pemerintah di bidang kemaritiman.

“Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti di sini, tetapi dapat ditindaklanjuti ke tahap berikutnya agar informasi tentang tugas dan peran TNI AL, khususnya Satrol Kodaeral VIII, dapat tersampaikan secara luas dan benar kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan, sekaligus menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama.

“Kami sangat berterima kasih. PWI Sulut siap menjalin kemitraan bersama Satrol Kodaeral VIII guna menghadirkan informasi positif dan edukatif kepada masyarakat,” tandasnya.

Ia juga mengungkapkan, setelah pelantikan nanti PWI Sulut menargetkan sejumlah program kolaboratif bersama TNI AL. Hal ini dinilai penting mengingat wilayah perairan Sulawesi Utara merupakan salah satu pintu gerbang strategis menuju Laut Pasifik.

“Perairan Sulut adalah pintu gerbang Laut Pasifik, sehingga sinergi ini sangat penting. Setelah pelantikan, kami berharap ada berbagai program bersama yang bisa dilaksanakan,” ujar Sintya.

Lebih lanjut, ia menegaskan kesiapan PWI untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial bersama Kodaeral VIII, di antaranya program bedah rumah bagi warga kurang mampu, serta agenda peningkatan kapasitas dan kebersamaan insan pers melalui kegiatan retret wartawan Sulut.

Di sisi lain, kehadiran Mercys Charles Loho turut memperkuat kolaborasi tersebut. Selain dikenal sebagai wartawan senior yang mengawali karier jurnalistiknya di Kota Bitung, Mercys juga pernah menjabat sebagai Direktur Komunikasi dan Humas PWI Pusat, dan saat ini dipercaya sebagai Wakil Direktur Anti Hoaks PWI Pusat.
Pengalaman panjangnya dari daerah hingga tingkat nasional menjadi modal penting dalam mendorong profesionalisme pers sekaligus memperkuat peran media dalam menangkal informasi hoaks di tengah masyarakat.

Dengan komitmen bersama ini, sinergi antara PWI Sulut dan TNI AL diharapkan tidak hanya sebatas wacana, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. (zet/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *