Dari Reses Menuju Aksi Nyata, Paula Runtuwene Siap Kawal Aspirasi Rakyat

Anggota DPRD Sulut dari fraksi Nasdem, Paula Runtuwene bersama warga dari Dapil Manado. Foto:Hilda

Manado, Sulutreview.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Julyeta Paula Runtuwene, MS, melaksanakan agenda reses di daerah pemilihan (dapil) Kota Manado pada Masa Persidangan Kedua Tahun 2026 di Sintesa Peninsula Manado, pada Senin (30/3/2026).

Forum reses yang mempertemukan warga itu, menjadi ruang strategis bagi Paula Lumentut sebagai legislator untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat yang datang dari 87 kelurahan yang di Kota Manado.

Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan warga dari berbagai kecamatan seperti Tikala, Tuminting, Bunaken Barat, Wanea, Mapanget, Sario, Wenang, Malalayang hingga Singkil, Paula menyatakan siap menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan.

“Tujuan reses ini adalah menyerap, memahami persoalan, keluhan, dan harapan masyarakat untuk kemudian dibawa ke forum pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang merupakan hasil reses anggota dewan untuk diperjuangkan dalam APBD,” sebut Paula.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Sulut yang membidangi pendidikan, pariwisata, ketenagakerjaan, kebudayaan, serta perlindungan perempuan dan anak, Paula menyampaikan bahwa berbagai aspirasi yang masuk akan disesuaikan dengan mitra kerja komisi untuk diperjuangkan secara konkret.

Ia juga memaparkan sejumlah capaian DPRD Sulut bersama pemerintah daerah sepanjang tahun 2025, di antaranya penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepemudaan, Penanggulangan Bencana, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Di mana Paula sendiri terlibat aktif sebagai Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) dalam pembahasan sejumlah regulasi tersebut.

“Fungsi DPRD bukan hanya legislasi, tapi juga penganggaran dan pengawasan. Contohnya, untuk bidang pendidikan, kami turun langsung ke lapangan, termasuk ke sekolah-sekolah, yakni untuk memastikan anggaran benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, berbagai persoalan krusial disampaikan warga. Mulai dari kondisi jalan provinsi yang rusak dan rawan kecelakaan, fasilitas umum milik pemerintah provinsi yang terbengkalai.

“Contohnya seperti Taman Budaya, Kolam Renang Sario yang tak kunjung diperbaiki, hingga persoalan drainase yang penuh sedimentasi sehingga memicu banjir,” ucap
Jeffry Tendean Sario.

Isu ketenagakerjaan juga menjadi sorotan, di tengah tingginya arus masuk tenaga kerja dari luar daerah yang dinilai perlu diimbangi dengan perlindungan peluang kerja bagi masyarakat lokal, turut disampaikan warga.

“Kami juga menyampaikan persoalan ketertiban umum seperti penggunaan knalpot bising yang mengganggu kenyamanan warga, pengelolaan sampah di pusat kota yang buruk, serta perlunya percepatan proyek penanggulangan bencana di bantaran sungai. Kiranya ini dapat disikapi,” beber Deddy Karim warga Tikala.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Paula menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dikawal secara serius melalui mekanisme DPRD, baik dalam pembahasan anggaran, pengawasan program, maupun dorongan kebijakan strategis.

“Kita punya semangat yang sama untuk membangun Sulawesi Utara. Aspirasi masyarakat ini akan menjadi dasar perjuangan kami agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tegasnya.

Reses ini pun menjadi bukti nyata kinerja Paula Lumentut untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap suara tidak hanya didengar, tetapi juga memperjuangkan hingga menjadi kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *