Manado, Sulutreview.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG), dalam agenda penting, secara resmi menetapkan susunan pengurus baru untuk periode 2026–2031 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar pada Selasa (10/2/2026).
Dalam keputusan tersebut, Revino Pepah kembali dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama BSG, sementara Vicky Lumentut ditunjuk sebagai Komisaris Utama.
RUPS-LB dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus, SE selaku Pemegang Saham Pengendali, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, perwakilan PT Mega Corpora, seluruh pemegang saham dari kabupaten/kota di Sulut dan Gorontalo, Koperasi Karyawan, serta jajaran Komisaris dan Direksi BSG.
Selain Komisaris Utama Vicky Lumentut, RUPS-LB juga menetapkan lima anggota Dewan Komisaris lainnya, yakni Djafar Alkatiri, Jaclyn Koloay, Max Kembuan, Rania Riris Ismail, dan Diane ND.
Sementara itu, jajaran Direksi Bank SulutGo periode 2026–2031 terdiri dari Revino Pepah sebagai Direktur Utama, Louisa Parengkuan (Direktur Operasional), Joubert Dondokambey (Direktur Umum), Ester Rampengan (Direktur Kredit), Rudiyanto Katili (Direktur Dana), serta Mutesa Holdin sebagai Direktur Kepatuhan.
Dalam RUPS’LB tersebut, pemegang saham juga membahas dan menyetujui sejumlah agenda strategis, antara lain pengesahan laporan tahunan Tahun Buku 2025, Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026–2028, kebijakan pembagian dividen, penetapan penggunaan laba bersih, alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan keuangan berkelanjutan tahun 2026, hingga pengesahan setoran modal periode 2025–2026.

RUPS-LB juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan audit laporan keuangan perseroan untuk Tahun Buku 2026.
Direktur Utama Revino Pepah dalam pemaparan kinerja menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, BSG mencatatkan pertumbuhan positif dengan capaian laba tertinggi dalam enam tahun terakhir.
“Kami akan terus melakukan upaya perbaikan dan penguatan di berbagai aspek, termasuk di dalamnya diversifikasi bisnis, efisiensi biaya, ekspansi yang berkualitas hingga penguatan tata kelola guna mendukung keberlanjutan Rencana Bisnis Bank,” ujar Revino.
Berdasarkan laporan kinerja 2025, BSG mencatatkan total aset dengan nominal sebesar Rp23,6 triliun atau tumbuh di angka 12,13 persen secara tahunan (year on year). Diikuti dengan perolehan Laba bersih yanf mencapai Rp281 miliar, meningkat 26,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 74 persen laba bersih ditetapkan sebagai dividen bagi pemegang saham.
RUPSLB dan RUPS Tahunan ini juga menghasilkan berbagai masukan strategis dari para pemegang saham, terutama berkaitan dengan penguatan digitalisasi layanan, peningkatan tata kelola perusahaan hingga perluasan ekspansi bisnis BSG di masa mendatang.(hilda)













