Manado, Sulutreview.com – Penanganan penyakit menular tuberculosis (TBC) menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Meski pemerintah menargetkan bahwa Indonesia bakal bebas TBC pada 2030 mendatang, namun tanggung jawab besar, dalam penanggulangan penyakit ini, membutuhkan kerja sama semua pihak.
“Penanganan penyakit TBC menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, para dokter dan tenaga medis hingga masyarakat itu sendiri,” ungkap Gubernur Yulius Selvanus saat menyampaikan pesan di Hari Kesehatan Nasional yang dipusatkan di aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, pada Selasa (25/11/2025).
Meski belum ada data akurat, namun menurut gubernur, TBC menjadi masalah kesehatan global. Bahkan Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus, seperti halnya pada saat Covid-19 silam. Ditambah lagi adanya sikakp masyarakat yang masih mengabaikan penyakit TBC.
“Kita ingin adanya kesadaran dari orang per orang untuk melaporkannya. Ini membutuhkan sosialisasi yang gencar dari dokter dan para medis. Baik layanan kesehatan yang ada di rumah sakit maupun puskesmas,” ucap gubernur sembari berharap layanan Puskesmas harus lebih gencar lagi dalam melakukan pelacakan sumber penyakit TBC.
“Saya berharap layanan Puskesmas harus lebih intens. Karena kalian yang langsung bersentuhan dengan masyaraka. Lakukan penanganan dengan lebih cermat dan giat. Jangan biarkan. Karena penyakit ini akan berkembang terus,” jelasnya.
Kepedulian terhadap penanganan TBC, sebut gubernur harus dilakukan sampai ke akarnya. Sehingga dapat terdeteksi dan diatasi dengan cepat. Untuk kasus ini, pelayan kesehatan harus sadar, karena penyakit ini mengintip sepanjang 24 jam dan cepat menular.
“Penyakit ini jika ditangani sejak dini dapat disembuhkan, tetapi seringkali orang beranggapan hanya batuk biasa. Tidak mau periksa, sehingga penyebarannya makin berkembang,” katanya sembari menambahkan agar para pasien TBC dapat diberikan layanan gratis tanpa dipungut biaya.
“Jangan pungut biaya, berokan layanan gratis. Kalau pelayan kesehatan dapat melakukan itu, maka penyakit dapat dicegah,” sebutnya.
Kota Manado, ungkap gubernur, pertumbuhan TBC melaju lebih cepat. Sementara Talaud dan Sangihe sedikit sekali.
“Mengapa seperti itu, karena Manado penduduknya padat,” ujar gubernur.
Terkait layanan kesehatan, Pemprov Sulut, menurut gubernur memiliki rumah sakit infeksi Kitawaya yang terletak di. Kairagi. Namun sayang belum dilengkapi dengan peralatan kesehatan yang memadai.
“Sehingga menjadi target kita pada tahun 2026 mendatang sudah harus lengkap fasilitas dan peralatan penunjangnya,” ujarnya.
Peringatan Hari Kesehatan Nasional, dihadiri jajaran kepala daerah, pejabat Forkopimda, dan tenaga medis.(hilda)













