Manado, Sulutreview.com – Sebagai bagian integral dari Marketing Award 2025, PLN UID Suluttenggo juga meluncurkan program unggulan bertajuk Marketing Talent Empowerment (MTE).
Program ini dirancang untuk membentuk SDM pemasaran yang unggul dan kompeten, dengan membangun growth mindset, meningkatkan knowledge serta skill agar mampu mengubah ide menjadi inovasi yang dapat diimplementasikan secara nyata dan kompetitif.
Terdiri dari delapan tahapan, mulai dari Pra Pembekalan, tiga sesi Online Coaching, Final Presentation dan Penjurian Tingkat UID, hingga Intensive Coaching. Program ini menggandeng MarkPlus Institute sebagai mitra strategis, menghadirkan fasilitator terbaik di bidang pemasaran guna memastikan kualitas pembelajaran yang maksimal.
Usman menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mendukung akselerasi transformasi bisnis PLN, khususnya untuk memperluas pasar demand driven, meningkatkan penjualan tenaga listrik dan produk beyond kWh, sekaligus menghadirkan layanan yang semakin terpersonalisasi sesuai kebutuhan pelanggan.
“Inovasi tidak hadir begitu saja. Dibutuhkan proses sistematis dan dukungan dari seluruh lini organisasi. Melalui Marketing Award, kami berharap muncul gagasan-gagasan segar yang mampu menjawab tantangan bisnis ke depan, sekaligus memperkuat nilai tambah layanan kami bagi pelanggan,” tutup Usman.
PLN UID Suluttenggo meyakini bahwa program ini akan semakin memperkuat peran mereka sebagai pionir inovasi pemasaran di lingkungan PLN. Inisiatif tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja sekaligus memperkuat kualitas pelayanan yang lebih adaptif, relevan, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Marketing Award 2025 juga menjadi simbol perubahan besar PLN dalam menyesuaikan strategi bisnisnya dengan kebutuhan pelanggan serta dinamika pasar yang terus berkembang. Dalam artian tifak hanya berfungsi sebagai ajang penghargaan internal.
Melalui dorongan inovasi dari dalam organisasi, PLN UID Suluttenggo berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi dan pendapatan perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi pelanggan dan masyarakat sebagai penerima manfaat utama layanan kelistrikan.(hilda)













