Dari Ujung Negeri, Kartini Pangurian Kabarkan Sinyal Merdeka di Perbatasan Filipina

Base Transceiver Station (BTS) atau menara pemancar sinyal di Kabupaten Talaud. Foto : ist

Sulutreview.com – BUTIR embun pagi yang menggantung di ujung dedaunan pohon kelapa dan matahari yang malu-malu menampakkan sinar lembutnya, mengawali hari sosok gadis Kartini Pangurian, jurnalis asal Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud.

Dari desa yang berbatasan dengan Negara tetangga Filipina, Kartini tidak menggeggam senjata, melainkan berbekal sebuah laptop dan telephone selular (ponsel), dia beranjak untuk menjalankan tugas dan aktivitasnya sebagai seorang pewarta salah satu media lokal.

Pagi itu, pecinta alam yang memilih mendedikasikan hidupnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) ini, melangkahkan kakinya untuk menuju pos liputan yang ada di kompleks Kantor Bupati Kepulauan Talaud, tepatnya di Jalan daerah Batu Bui Melonguane dengan jarak tempuh sekitar 31,5 km.

Profesi jurnalis yang ditekuninya selama 10 tahun terakhir ini, telah membentuknya menjadi pribadi yang mampu bekerja dengan cekatan dan cepat dalam menuntaskan setiap liputan. Mulai dari mengumpulkan data dan fakta, wawancara, menulis , mengedit berita untuk kemudian dikabarkan dan disuarakan menjadi sebuah informasi akurat yang disuguhkan kepada pembaca.  

Cakupan liputan yang dikemas secara informatif oleh Kartini meliputi berbagai jenis peristiwa maupun topik, seperti pemerintahan, politik, bencana alam, investigasi, budaya, ekonomi, olahraga hingga isu sosial lainnya. 

Di benaknya tidak pernah terbersit kata menyerah, terlebih ketika tulisannya itu membutuhkan kerja ekstra dan konfirmasi narasumber. Ia mengaku bukan hanya sekedar pembawa berita, tetapi juga cerita dan denyut nadi rakyat dari seberang wilayah 3T yang kerap tak terdengar.

Perempuan pemberani yang menjadikan pendakian sebagai tempat ternyaman ini, tak menyesali meski hidup tanpa kemewahan suasana. Bahkan semangatnya tak pernah padam, seperti surya yang tak pernah terlambat terbit. 

Bagi Kartini, profesi jurnalis adalah panggilan. Meski penuh dengan keterbatasan fasilitas, namun keadaan itu justru menjadi pelecut untuk mengabdikan diri di kesunyian namun lantang bersuara. Kartini membutuhkan sinyal yang stabil, sebelum senja menyapa. Ribuan kata yang tersusun dalam berita harus secepatnya tersalin dan dipancarkan melalui website media online, tempatnya bekerja. Ia berharap ponselnya dengan nomor 0813xxxx4460 Telkomsel yang menjadi sahabat setia yang tak lekang oleh waktu, dapat menuntaskan karyanya.

Ia menanti dengan sabar meski kadang tersendat, teks berita yang terkirim sempurna adalah kepuasan tersendiri bagi Kartini. “Sampai saat ini saya tetap setia sebagai pelangganTelkomsel dan belum pernah pindah ke provider lain. Ya, karena di wilayah kepulauan hanya akses layanan Telkomsel yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Kartini, meski Telkomsel sudah hadir dengan layanan 4G di Kabupaten Talalud, namun masih banyak tantangan yang dihadapi. Antara lain sinyal yang belum optimal, karena belum merata. Khususnya di wilayah pedalaman. “Kendala kami masih seringnya mati lampu karena cuaca yang buruk. Otomatis akan berdampak pada sinyal yang melemah. Maka komunikasi pun akan tergganggu, baik saya sebagai jurnalis maupun warga,” tukasya sembari berharap pihak Telkomsel bisa menambah unit Base Transceiver Station (BTS) atau menara pemancar sinyal sehingga Merdeka Sinyal di wilayah 3T dapat dinikmati secara menyeluruh.

“Dengan adanya penambahan BTS, sinyal Telkomsel tidak saja hanya kuat di area publik seperti bandara atau di perkantoran tetapi bisa sampai ke rumah-rumah warga yang ada di pelosok khususnya di wilayah 3T,” harap Kartini.

Sejauh ini, tutur Kartini, hanya Telkomsel yang telah membantunya melakukan tugas-tugas jurnalistiknya. “Telkomsel telah banyak membantu saya. Tentunya, dengan paket data yang ramah di kantong yang menyediakan layanan digital terbaik,” ucapnya.

Sinyal Merdeka Telkomsel

Telkomsel menjadi provider yang mampu menyambungkan layanan komunikasi yang mumpuni berkat komitmen dan konsistensi yang kuat. 

Berdasarkan data yang tercatat, Telkomsel telah membangun lebih dari 280.000 BTS yang tersebar dan terpancar dengan jangkauan 97 persen populasi yang melayani 158,4 juta pelanggan mobile serta 10 juta pelanggan IndiHome-B2C. Tak kalah pentingnya, Telkomsel telah menghadirkan produk terbaiknya seperti SIMPATI dengan ragam digital benefit untuk pelanggan, seperti Telkomsel Halo, IndiHome dan Telkomsel One.

Di tengah semangat kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia (RI), Telkomsel telah menunjukkan komitmen yang kuat, terutamam dalam mendorong kedaulatan digital nasional. Melalui inisiatif “Nyalakan Semangat Indonesia”.

Momentum HUT RI, telah menegaskan peran Telkomsel sebagai penggerak transformasi digital bangsa.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan, Telkomsel optimistis untuk lebih meningkatkan layanan telekomunikasi, juga menjadi digital enabler bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen menjadi digital enabler yang dapat mendorong masyarakat Indonesia untuk memiliki daya saing tinggi, terutama untuk menuju masa depan yang gemilang,” ujarnya pada Sabtu (17/8/2025).

Teranyar, Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 3.000 BTS 5G yang tersebar di 56 kota/kabupaten secara berkesinambungan, dengan cakupan wilayah strategis seperti Ibu Kota Nusantara, Bandung, Batam, Makassar, Surabaya, Bali, dan Jabodetabek.

Dari sisi infrastruktur, Telkomsel juga mengintegrasikan kecerdasan buatan, atau yang dikenal dengan Artificial Intelegent (AI) secara end-to-end ke seluruh akses layanan. Sehingga menjadikan Telkomsel sebagai satu-satunya operator Indonesia yang menjadi pendiri Autonomous Networks, dengan sistem jaringan cerdas.

Transformasi layanan tersebut telah membuahkan hasil nyata, di mana Telkomsel meraih enam penghargaan bergengsi, yakni dari Ookla Speedtest Awards Q1-Q2 2025, juga kategori Fastest Mobile Network, Best Mobile Coverage serta Best 5G Gaming Experience.

Melalui kombinasi infrastruktur yang semakin canggih dan teknologi mutakhir, dibarengi dengan semangat nasionalisme, Telkomsel semakin menegaskan bahwa kedaulatan digital merupakan bagian dari perjuangan masa kini, yakni membangun Indonesia yang unggul di era digital global.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *