PLTN: Peluang Besar Indonesia Capai Kemandirian Energi

PLTN terobosan energi PLN. Ist

Jakarta, Sulutreview.com – Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syaiful Bakhri, mengungkapkan bahwa potensi tenaga nuklir, khususnya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), memiliki peluang besar bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian energi.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan limbah nuklir lebih mudah dibandingkan dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang ada di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi, yang sering kali menjadi sorotan.

Syaiful Bakhri mengungkapkan dalam sebuah diskusi bahwa “Mengelola limbah nuklir itu lebih mudah daripada mengelola Bantar Gebang. Silahkan buktikan,” katanya.

Ia mencontohkan, selama 40 tahun umur PLTN, limbah yang dihasilkan hanya membutuhkan ruang yang sangat kecil, bahkan bisa diolah dalam ruangan yang tidak lebih luas dari ruangan biasa.

Ini berbeda jauh dengan masalah sampah domestik yang semakin menumpuk dan menjadi persoalan besar di Indonesia.
Menurut Syaiful, limbah bahan bakar bekas dari reaktor nuklir tidak sepenuhnya menjadi limbah yang tidak berguna.

Faktanya, hanya sekitar 5 persen dari bahan bakar nuklir yang habis terpakai dalam proses reaksi fisi. Sisanya, sekitar 95 persen, masih dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali dalam reaktor nuklir lainnya. Hal ini membuka peluang besar untuk memperpanjang siklus hidup bahan bakar nuklir, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan ketahanan energi.

Syaiful juga menjelaskan bahwa meskipun hanya 5 persen dari bahan bakar nuklir yang habis terpakai, sisa material tersebut tetap memiliki manfaat penting. Beberapa manfaatnya termasuk penggunaan dalam bidang medis untuk radiasi pengobatan, industri untuk proses iradiasi, dan dalam iradiasi pangan untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan kualitas produk pertanian.

“Jika 95 persen dari bahan bakar nuklir bisa didaur ulang dan dipakai kembali untuk reaktor jenis lain, ini menunjukkan bahwa kita dapat menjadi negara yang mandiri dalam energi,” ungkapnya. Dengan potensi tersebut, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil dan memanfaatkan energi bersih dan terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Mendorong Kemandirian Energi Indonesia
Kemandirian energi menjadi topik penting bagi Indonesia, yang terus berupaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, baik dari dalam negeri maupun impor.

PLTN, menurut Syaiful, dapat menjadi salah satu solusi utama untuk mencapainya. Tenaga nuklir menawarkan sumber energi yang stabil, tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak dunia, dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.

Dengan potensi cadangan energi nuklir yang melimpah dan teknologi pengolahan limbah yang semakin canggih, Indonesia dapat memanfaatkan tenaga nuklir untuk mendiversifikasi sumber energi, mengurangi emisi karbon, serta menghemat anggaran energi. Oleh karena itu, langkah-langkah serius dalam pengembangan dan pengelolaan PLTN harus menjadi prioritas dalam kebijakan energi nasional.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *