BI dan ISEI Optimisitis ‘Soemitronomics’ Mampu Percepat Pertumbuhan Ekonomi Sulut

Manado, Sulutreview.com – Pemikiran Begawan Ekonomi Indonesia, Prof Soemitro Djojohadikusumo, menjadi isu yang menarik untuk dicermati, bahkan dipastikan menjadi landasan pemikiran yang tepat untuk menyokong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Melihat rekam jejak pemikiran begawan Soemitro tersebut, Bank Indonesia (BI) Prorvinsi Sulut bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menggelar Seminar Nasional 2025 dengan tema ‘Soemitronomics’ di hotel Luwansa pada Kamis (14/08/2025).

Seminar yang dilaksanakan tersebut, diharapkan dapat memperkuat eskalasi perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala BI Perwakilan Sulut, Joko Supratikto, menyampaikan bahwa pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo, yang dikenal sebagai Begawan Ekonomi Indonesia, sangat relevan untuk mendorong pembangunan berbasis potensi lokal, industrialisasi, hubungan internasional, dan ekonomi berbasis data.

“Kami optimistis bahwa penerapan Soemitronomics mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi berkualitas yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut dan pada akhirnya kemakmuran bangsa secara keseluruhan,” ujarnya.

Joko menjelaskan bahwa konsep Soemitronomics menitikberatkan pada ekonomi inklusif dan berkelanjutan yang mengutamakan kepentingan rakyat serta keberanian mengambil kebijakan inovatif di luar aturan konvensional demi kemajuan ekonomi jangka panjang.

“Prof Soemitro Djojohadikusumo, dikenal sebagai bapak industrialisasi Indonesia, memiliki pemikiran tajam mengenai nasionalisme dan pembangunan ekonomi yang dapat menjadi pedoman strategis untuk Indonesia ke depan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua ISEI Cabang Manado, Joy E Tulung, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Soemitronomics sebagai pilar strategi pembangunan nasional yang fokus pada peningkatan efisiensi birokrasi, riset dan inovasi, serta pertumbuhan ekonomi yang berorientasi pada rakyat.

“ISEI berkomitmen memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan ketahanan dan kebangkitan ekonomi, demi mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” tandas Joy.

Dia juga menyampaikan bahwa kemandirian ekonomi bukan berarti menutup diri, tetapi menjadikan rakyat sebagai kekuatan utama. “Kita tidak hanya menghitung pertumbuhan, Kita menumbuhkan harapan.Kita tidak hanya mengikuti arus global, Kita membentuk arus sejarah bangsa,” imbuhnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *