Manado, Sulutreview.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) menggelar kegiatan refreshment wartawan.
Agenda tersebut, sebagai upaya memperkuat sinergi dan pemahaman media terhadap dinamika ekonomi dan sektor jasa keuangan di wilayah Sulut.
Analis Junior Deputi Direktur PEPK & LMS OJK SulutGoMalut, Svadev Pranamam Mahasagara, sebagai narasumber, menyampaikan paparan penting terkait kondisi terkini sektor jasa keuangan di Kawasan Timur Indonesia, khususnya wilayah kerja Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut).
Svadev menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK, BI Sulut, dan media dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap layanan keuangan.
Ia juga menyampaikan bahwa sektor jasa keuangan di Sulut tetap menunjukkan kinerja yang resilien di tengah dinamika perekonomian global maupun domestik.
“Fungsi intermediasi lembaga keuangan masih berjalan dengan baik, disertai dengan kualitas aset yang relatif terjaga. Kami terus memantau dan memperkuat pengawasan, termasuk mendorong inklusi keuangan di daerah 3T,” ungkap Svadev.
Kegiatan ini juga membahas sejumlah isu aktual, mulai dari perkembangan digitalisasi layanan keuangan, literasi konsumen, hingga upaya pemberantasan pinjaman online ilegal di daerah.
Para wartawan yang hadir menyambut baik sesi ini, karena dinilai memberi pemahaman yang komprehensif tentang sektor jasa keuangan dan peran OJK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Acara refreshment ini menjadi wujud nyata sinergi antara regulator dan media massa dalam menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.
Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulut
Andry Prasmuko, menyampaikan
refreshment wartawan yang dilaksanakan selama dua hari, yakni 25-26 Februari 2025,
untuk mengingatkan kembali pemahaman wartawan terhadap kebijakan BI.
“Rekan-rekan media pastinya sudah paham terhadap kebijakan Bank Indonesia. Namun perlu dilakukan penyegaran untuk mengupdate kebijakan terbaru Bank Indonesia,” katanya.
Prasmuko berharap wartawan ekonomi, dapat menggali materi yang disampaikan para narasumber.
“Kami berharap rekan media akan memiliki pemahaman yang sama terhadap kebijakan Bank Indonesia,” tambahnya.
Diketahui, pada kegiatan ini, dilakukan kick off 2nd Festival Jurnalistik tahun 2025. “Kami berharap semua media dapat berpartisipasi pada festival jurnalistik ini,” katanya.
Materi yang disampaikan, Kebijakan Sistem Pembayaran Terkini, Kebijakan Moneter Terkini, Kebijakan Makroprudensial Terkini dan Pinjaman Online dan Judi Online. Selanjutnya, pada hari kedua, materi yang akan diberikan adalah Kebanksentralan dan Media sebagai Sarana Diseminasi Kebijakan BI, kemudian materi terkait Media Nasional dan pemaparan Festival Jurnalistik.(hilda)













