Perekonomian Sulut 2025 Masih Dipengaruhi Aktivitas Belanja Daerah

PTBI 2024 pastikan ekonomi Sulut gemilang. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Pernyataan menarik dilontarkan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), Renold Asri.

Menurutnya, warna perekonomian di daerah ini, masih dipengaruhi oleh sejumlah poin penting. Di antaranya adalah kelangsungan dari belanja daerah.

“Pada tahun 2025, perekonomian Sulawesi Utara masih akan berada pada estimasi perbaikan dengan inflasi yang diprakirakan semakin melandai,” ujarnya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 yang dilaksanakan di aula BI Sulut, pada Jumat (29/10/2024).

Selain itu, upaya menggenjot perekonomian juga tak lepas dari gerakan sinergi dan kerja sama, sebagaimana yang sudah dilakukan pada tahun 2024.

“Kiranya Pemda Sulut bersama seluruh stakeholders dapat terus menjaga semangat dan menjalin kolaborasi sehingga 2025 menjadi tahun yang gemilang bagi perekonomian Sulut,” tukasnya sembari menambahkan beberapa upaya yang dapat diperkuat, di antaranya dengan mengoptimalkan belanja daerah.

“Ini penting dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi dan pengendalian inflasi demi kesejahteraan masyarakat dan memperkuat koordinasi melalui TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah), TP2DD
(Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah), Regional investor Relations Unit (RIRU), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) serta upaya inovatif lainnya,” jelas Renold.

PTBI 20024 yang bertema, Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional itu, Renold menyampaikan bahwa pada tahun 2024, perekonomian Indonesia, sebelumnya diprakirakan akan tumbuh di kisaran 4,7 5,5% sedangkan Sulut diprakirakan akan tumbuh lebih bak dengan kisaran 5,5-6,0%.

“Pertumbuhan yang stabil tersebut juga didukung dengan prakiraan realisasi inflasi yang tetap berada dalam sasaran nasional 2,5%+1%,” sebutnya.

Capaian pertumbuhan ekonomi Sulut yang baik dan kestabilan harga, sambung Renold, merupakan hasil dan kerja keras, sinergi, dan kolaborasi erat yang telah dijalin oleh seluruh stakeholders.

“Baik dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), maupun upaya-upaya inovatif lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melaluu UMKM dan ekonomi keuangan syariah, keuangan inklusif, dan investasi daerah,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, BI Sulut memberikan award melalui 20 kategori. Kategort tersebut terbagi atas peran dan sinergi yang telah dilakukan stakeholders pada bidang sistem pembayaran, asesmen ekonomi dan pengendalian inflasi, serta pengembangan UMKM dan ekonom syariah.

PTBI turut dihadiri berbagai stakeholders yaitu FORKOPIMDA, perwakilan instansi dan lembaga pemerintah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, media, serta UMKM.

Penyelenggaraan PTBI di Sulut merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan PTBI yang serentak dilakukan oleh nasional.

Kegiatan terdiri atas penyampaian prospek ekonomi Indonesia yang disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (GBI), Perry Warjiyo dan arahan strategis dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Pada kesempatan itu, disampaikan tentang sinergi yang telah dibangun oleh para stakeholders serta kondisi fundamental ekonomi yang kuat merupakan pondasi dalam menjaga optimisme pertumbuhan ekonomi di masa depan.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *