Tomohon,Sulutreview.com – Pemerintahan Caroll Senduk melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tomohon terus mendorong generasi muda untuk menjadi pemuda yang hebat dan berdaya saing di bidang Usaha Kecil Menengah (UKM). Melalui berbagai program pelatihan kewirausahaan, dinas ini secara konsisten memberikan pembinaan bagi pemuda di Kota Tomohon. pelatihan yang diadakan menyasar pemuda dari Kecamatan Tomohon Tengah dan Kecamatan Tomohon Timur, dengan lokasi di Balai Kelurahan Paslaten Satu.
Ratusan pemuda yang diutus dari berbagai kelurahan mengikuti pelatihan tersebut dengan penuh antusias.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Vence Karundeng, melalui Kepala Bidang Kepemudaan, Geralisya Polii, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan.
“Kami secara rutin melaksanakan kegiatan seperti ini untuk memastikan pemuda di Kota Tomohon memiliki akses terhadap pelatihan dan pembinaan kewirausahaan. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan memberi mereka kesempatan yang lebih besar dalam menghadapi dunia usaha,” ujar Polii.
Lebih lanjut, Polii menambahkan bahwa dana untuk kegiatan ini berasal dari anggaran Dinas Pemuda, yang khusus dialokasikan untuk pemberdayaan pemuda. “Kami ingin memastikan bahwa para pemuda di kota ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dalam mengembangkan usaha mereka. Mereka adalah aset penting bagi masa depan Tomohon,” tambahnya.
Sejumlah peserta yang hadir dari kelompok pemuda perwakilan kelurahan di kecamatan Tomohon Timur tersebut, menyampaikan apresiasi yang tinggi dan memberikan tetimaksih kepada pemerintahan Caroll Senduk yang sangat peduli terhadap pemuda yang ada di Kota Tomohon.
“Kegiatan ini sangat positif dalam upaya meningkatkan kreatifitas pemuda dalam bidang kewirausahaan. Kami tentunya memberikan apresiasi kepada pak walikota Caroll Senduk yang benar-benar peduli terhadap pemuda yang ada di Kota Tomohon,” ungkap salah satu pemuda yang hadir dalam pembekalan ilmu kewirausahaan tersebut.
Diketahui peserta tidak hanya diajarkan teknik pembuatan kue bomboloni, tetapi juga diberikan wawasan tentang cara memasarkan produk mereka melalui platform digital.
Para pemuda dikenalkan pada konsep pemasaran online yang relevan dengan perkembangan zaman, agar mereka dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk di tingkat lokal dan nasional.













