Bertajuk Perempuan Memilih, KPU Sulut dan FJPI Bahas Tahapan Pilkada 2024

Ketua KPU Sulut Kenly Poluan didampingi Sekretaris Meidy Malonda dan Ketua FJPI Susan Palilingan. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Bertajuk Perempuan Memilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan sosialisasi Tahapan Pilkada Tahun 2024 Bersama Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sulut di Grand Whiz Hotel pada Jumat (27/09/2024).

Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulut Meidy Malonda, mengatakan sosialisasi yang dilaksanakan secara langsung telah turut membantu KPU dalam menyosialisasikan tahapan Pilkada.

Menurutnya, KPU telah melakukan sejumlah tahapan penting, yakni Pleno Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Serentak 2024. 

Rincian DPT meliputi 983.484 pemilih laki-laki dan 967.000 pemilih perempuan. DPT tersebut tersebar di 4.401 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Daftar Pemilih Tetap Provinsi Sulawesi Utara dalam Pemilihan Serentak Tahun 2024 sebanyak 1.950.484 pemilih, terdiri dari laki-laki sebanyak 983.484 pemilih dan perempuan sebanyak 967.000 pemilih yang tersebar di 4.401 TPS dari 1.839 desa/kelurahan di 171 kecamatan,” jelasnya.

KPU juga sebut Malonda, telah melaksanakan penandatanganan Komitmen Mewujudkan Pilkada Damai di Provinsi Sulut yang diikuti ketiga pasangan calon, jajaran Forkopimda Sulut, Bawaslu Sulut, pimpinan partai politik, serta tim kampanye.

“Saat ini, KPU juga sedang mempersiapkan bahan kampanyr dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Tahapan Pilkada ini, kiranya dapat disosialisasikan Forum Jurnalis Perempuan kepada masyarakat,” tukasnya sembari menambahkan bahwa KPU merupakan stakeholder utama yang menyelenggarakan Pilkada, dan stakeholder kuncinya adalah pemerintah yang menyediakan dana dan pers adalah stakeholder peninjau.

Pilkada serentak yang bakal dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang, menurut Malonda merupakan agenda pesta demokrasi seluruh rakyat.

“Artinya seluruh rakyat dari kota sampai di desa menyambut Pilkada sebagai pesta demokrasi,” tukasnya.

Tak kalah penting, Pilkada 2024, ungkap Malonda mengimplementasikan Pilkada ramah lingkungan.

“Pilkada yang kita laksanakan ini berperspektif ramah lingkungan dan perempuan. Hal ini, kiranya dapat disampaikan oleh teman pers,” ucap Malonda.

Selanjutnya, Ketua FJPI Sulut yang juga Kepala Biro Kompas TV Manado, Susan Margaret Palilingan yang menyampaikan materi Media Vs Media Era Digital
Jarimu Harimaumu.

Dikatakannya, di era digital saat ini, pengguna media sosial perlu memperhatikan etika. “Jaga etika bermedia sosial, kalau kita tidak menjaganya maka akan berhadapan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan. Transaksi Elektronik (UU ITE),” tukasnya.

Palilingan menyebutkan, tentang fungsi media, mulai dari menyiarkan informasi, mendidik dan mempengaruhi serta menghibur.

“Media merupakan sarana kontrol demokrasi, bukan sekedar menyampaikan infornasi tetapi juga kontrol demokrasi. Media harus kritis dan jeli, sebagai kekuatan pilar demokrasi. Kode etik uurnalistik, semua diatur, media tidak boleh asal-asalan,” tukasnya.

Pada kesempatan ini, turut menampilkan Presenter dan Produser Kompas TV Frisca Clarissa.

Ia menyampaikan tentang Peran Utama Perempuan. Terutama tentang pendidikan politik, bahwa perempuan turut memperjuangkan hak dan kewajiban perempuan. “Perempuan harus lebih care politik. Ini buat masa depan bangsa, sehingga berpengaruh juga kepada kepemimpinan. Ini juga adalah hak dan kewajiban sebagai warga negara,” ujarnya.

Dewasa ini, perempuan harus care, karena banyak kekerasan yang teejadi. Bisa dibayangkan kalau perempuan tidak care,” tukasnya.

Ia juga mengkritisi tentang keterpilihan perempuan yang kurang dari 22 persen, padahal kuota yang ditetapkan pada Pemilu 2024, adalah 30 persen.

Sekretaris FJPI Sulut, Gracey Wakary menyampaikan materi tentang Hadirkan Rasa Aman bagi Perempuan di Pilkada 2024. Diikuti dengan Psikolog Hanna Monareh yang membawakan materi berjudul Perempuan dan Pilkada Damai Mendukung Tanpa Merundung.

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Kota Manado ini, ditutup oleh Ketua KPU Sulut Kenly Poluan.

“Kegiatan ini penting sekali, kami berharap untuk membantu kami melakukan sosialiasisai kepada masyarakat agar kegiatan Pilkada dapat terselenggara dengan lebih baik,” katanya.

Ia berharap FJPI tahu semua masalah dalam Pillkada. “KPU sudah menetapkan pasangan calon, di mana pada tanggal 25 September sudah memulai tahapan kampanye. Dan dalam setiap kegiatan KPU selalu melibatkan peran media,” tandasnya.

Ia berharap peran media ini, terus dilaksanakan di semua tahapan Pilkada. Teruta pada agenda debat di sepanjang masa kampanye yang akan difasilitasi TV dan radio. Juga publikasi pasangan calon, melalui media cetak dan elektronik.

“Kami berharap Pilkada sukses dan terjadi peningkatan partisipasi tetapi juga kualitas partisipasi. Hal ini sering kami sampaikan.
Kualitas yang sifatnya lebih substabsial. Mari kita lakukan pekerjaan ini sama-sama, untuk memininalisir sentimen politik identitas,” tandasnya.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *