Tren Permintaan Informasi SLIK OJK di Sulutgomalut Meningkat

Mouren Mourina Monigir. Foto : Hilda

Gorontalo, Sulutreview.com – Permintaan informasi masyarakat, terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) mengalami peningkatan.

Dikatakan Kepala OJK Sulutgomalut, Winter Marbun, jumlah pengaduan masyarakat melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) totalnya ada 267, dengan rincian Sulut 267, Gorontalo 66 dan Malut 13.

Jumlah permintaan SLIK yang dilakukan melalui website sampai Oktober 2023 adalah 3.640 atau telah mencapai 131,17 persen dari tahun 2022.

“Permintaan SLIK walk in, berjumlah 1.993 dan online 1.647 atau mengalami kenaikan dari permintaan SLIK tahun 2022 yang berjumlah 2.775. Artinya masyarakat yang menginginkan informasi semakin naik,” tukasnya.

Jumlah permintaan SLIK, dapat dilakukan melalui http://idebku.ojk.go.id. Di mana dalam SLIK itu, OJK menampilkan informasi debitur atau ideb. “Debitur dapat meminta ideb atas nama debitur kepada OJK atau kepada pelapor SLIK yang memberikan fasilitas penyediaan dana kepada debitur yang bersangkutan,” tukasnya.

Analis Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sulutgomalut, Mouren Mourina Monigir, mengatakan
SLIK merupakan sistem informasi yang dikelola oleh OJK untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan dan layanan informasi di bidang keuangan.

“SLIK dapat dimanfaatkan untuk memperlancar proses penyediaan dana, penerapan manajemen risiko kedit atau pembiayaan, penilaian kualitas debitur, pengelolaan sumber daya manusia pada Pelapor SLIK, verifikasi untuk kerja sama Pelapor SLIK dengan pihak ketiga, dan meningkatkan disiplin industri keuangan,” jelasnya.

Menurut Mouren, ada lima besar jenis pengaduan, yakni SLIK ada 41,
perilaku petugas penagihan 35,
restrukturisasi/relaksasi kredit/pembiayaan/pinjaman 32, persoalan klaim 18 dan
produk layanan tidak sesuai penawaran 17.

“SLIK umumnya digunakan oleh bank maupun lembaga keuangan untuk memperoleh informasi tentang riwayat kredit calon debiturnya yang dijadikan pertimbangan apakah debitur tersebut layak mendapatkan kredit,” tukasnya.

Sejauh ini, sudah ada sejumlah perusahaan yang mulai menggunakan skor kredit sebagai salah satu pertimbangan dalam rekrutmen karyawan baru.

“Apabila dalam SLIK OJK terdapat catatan buruk atas riwayat pembayaran kredit, maka bisa membuat seseorang gagal mendapatkan pekerjaan,” sebutnya.(hilda)






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.