Untuk Pertama Kalinya Kota Bitung Jadi Tuan Rumah Lomba Olimpiade Matematika Tingkat Asia

Bitung, Sulutreview.com– Berawal dari Kota Bitung yang melakukan kerjasama dengan Profesor Yohanes Surya, melalui program Matematika melalui metode Gampang Asik dan Menyenangkan (Gasing), yang mulai diterapkan di sekolah-sekolah Kota Bitung.

Membuat hal ini, membuka jalan untuk Kota Bitung diberikan kepercayaan melalui Divisi Surya Institute untuk menggelar ivent bergengsi yang tak hanya tingkat Nasional saja, melainkan se-Asia.

Event tersebut bertajuk Asian Science and Mathematics Olympiad for Prymary & Secondary Schools (ASMOPSS) menggelar ajang ASMOPSS yang ke-13 (ASMOPSS 13) yang untuk pertama kalinya Kota Bitung Sulawesi Utara mewakili Indonesia sebagai Tuan Rumah.

Benar saja pada Kamis 16 November Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri membuka langsung kegiatan Asmopss ke-13 yang berlangsung di Gedung S.H Sarundajang yang dihadiri oleh peserta 10 Negara yang telah terseleksi secara ketat oleh Surya Institute.

Siswa yang terpilih pada ajang ASMOPSS ini, adalah hasil seleksi siswa secara nasional di tiap-tiap negara peserta. Hal ini juga menunjukkan bahwa para pendidik di negara-negara peserta juga memiliki
“concern” yang sama: menyadari bahwa dibutuhkan ajang yang lebih banyak untuk mengasah ilmu matematika dan ilmu sains dari siswa sejak usia muda, dalam suasana yang kompetitif tetapi “fun”, sehingga memunculkan lebih banyak “role model” (panutan) muda, yang diharapkan akan lebih banyak mendorong siswa Asia berminat pada sains dan matematika. Sejak pertama diselenggarakan, keunikan ASMOPSS adalah selain soal.

Jumlah peserta tahun ini mencapai 108 siswa, yang mewakili Thailand, Vietnam, Tajikistan, Philipine, Hongkong, tuan rumah Indonesia. 2 Negara hadir sebagai observer yaitu Kamboja dan Malaysia.

Sementara Turkmenistan dan Singapore melakukan observasi secara online. Indonesia sendiri diwakili oleh 40 orang siswa dari sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari Sabang Sampai Merauke. 13 dari 40 siswa tersebut berasal dari kota Bitung yang memperoleh privilege sebagi peserta.

Bahkan satu diantaranya yaitu Kayla Grandy Tinangon adalah siswa SD Katolik 4 Don Bosco Botung yang sudah mendapat pembinaan matematika GASING dari tim Professor Yohanes Surya selama 10 bulan.

Hadir juga Presiden ASMOPSS (Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools) Mr. Munasprianto Ramli Ph,D, Sekda Kota Bitung Ir Rudy Theno ST MT, Kadis Pendidikan Kota Bitung Fonny Tumundo SP.d MP.d dan peserta perwakilan 10 Negara se-Asia.

Wali Kota dalam sambutanya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua peserta yang berpartipasi pada kegiatan ini dan mengajak para peserta untuk menikmati keindahan Bitung di sela kegiatan olimpiade ini.

Wali kota juga menyampaikan, saat ini Bitung telah benar-benar siap untuk transformasi pendidikan agar merdeka belajar dapat di terapkan di semua sekolah yang ada di kota Bitung, lewat pembelajaran matematikan metode gasing ini menjadi branding kami bahwa dunia pendidikan di kota Bitung sudah lebih baik dari kota dan kabupaten lainnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *