Wali Kota Caroll Senduk Sampaikan Dua Ranperda di Rapat Paripurna DPRD

Tomohon,Sulutreview.com – Wali Kota Tomohon mengatakan tahun 2024 merupakan tahun ketiga dari pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Tomohon tahun 2021-2026 sebagaimana tertuang dalam peraturan daerah nomor 4 tahun 2021 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Tomohon tahun 2021–2026.

“Rancangan Peraturan Daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2024 disusun berpedoman pada kebijakan umum APBD (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) apbd tahun anggaran 2024 yang disampaikan pada tanggal 14 juli 2023 kepada DPRD serta mempedomani dokumen rencana kerja Pemerintah Daerah Kota Tomohon tahun anggaran 2024,” urai Wali Kota Caroll Senduk, dalam Rapat paripurna DPRD Kota Tomohon dalam rangka Penyampaian/Penjelasan Ranperda tentang anggaran pendapatan belanja Daerah kota Tomohon tahun anggaran 2024 dan Ranperda tentang penyelenggaraan perpustakaan oleh Walikota kepada DPRD Kota Tomohon. Jumat (20/10), di Kantor DPRD Kota Tomohon.

Selanjutnya, kata dia, sesuai ketentuan pasal 104 peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah maka rancangan peraturan Daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2024 telah disampaikan kepada DPRD pada tanggal 14 september 2023 sesuai ketentuan yaitu minggu II (kedua) bulan september, untuk kemudian dibahas dan disetujui bersama.

Adapun dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang dijadikan acuan untuk penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun anggaran 2024 ini telah disinkronisasikan dengan sasaran dan target rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2024 maupun rencana kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara untuk tahun 2024.

Pemerintah Kota Tomohon melalui program dan kegiatan yang ada pada APBD tahun anggaran 2024, diharapkan dapat menunjang pencapaian indikator makro Daerah yang menjadi target Daerah yakni:
Pertumbuhan ekonomi ditargetkan dikisaran 6,81 – 7,11 % (enam koma delapan satu persen sampai dengan tujuh koma satu satu persen);
Sasaran tingkat kemiskinan diperkirakan di angka 3,92 % (tiga koma sembilan dua persen);
tingkat pengganguran terbuka dikisaran 6,05%- 6,55% (enam koma nol lima persen sampai dengan enam koma lima lima persen);
Gini rasio diperkirakan ada di angka 0,310% (nol koma tiga satu nol persen);
Indeks pembangunan manusia ditargetkan mencapai angka 76,93% (tujuh puluh enam koma sembilan tiga persen);
Sedangkan untuk laju inflasi diperkirakan ada di kisaran angka 4,5 – 4,7% (empat koma lima persen sampai dengan empat koma tujuh persen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *