Perdana, Unsrat Sematkan Gelar Doktor HC kepada Gubernur Olly Dondokambey

Gubernur Olly Dondokambey saat memberikan keterangan pers. Foto : Hilda

Manado, Sulutreview.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), untuk pertama kalinya, setelah lewat dari 62 tahun, berkesempatan menyematkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Gubernur Olly Dondokambey.

Dengn demikian, Olly resmi menyandang gelar Prof Dr (HC) Olly Dondokambey SE, yang disematkan langsung oleh Rektor Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie, MEng IPU Asean Eng, melalui acara penganugerahan di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (21/09/2023).

Di hadapan pimpinan dan anggota Senat Akademik serta seluruh undangan, Rektor Unsrat mengatakan, bahwa penganugerahan Doktor Kehormatan kepada Gubernur Olly Dondokambey, selaku Gubernur Sulut dan juga sebagai Dewan Penyantun Unsrat, merupakan pemberian gelar doktor kehormatan pertama setelah Unsrat berusia 62 tahun.

“Pemberian gelar doktor kehormatan ini berdasarkan hasil kajian tim yang dibentuk Rektor Unsrat dan pertimbangan yang diberikan Senat Akademik Unsrat, di mana Pak Olly Dondokambey, memiliki kinerja luar biasa dalam berbagai karya dibidang manajemen pemerintahan dan kemasyarakatan yang berdampak positif pada kemajuan pembangunan dalam berbagai aspek di Sulut,” tuturnya.

Apa yang dikerjakan Gubernur Olly, sebut Prof Berty, sejatinya melampaui dari gelar doktor yang diterima.

“Gubernur Olly telah membangun Sulut menjadi hebat. Baik infrastruktur sosial budaya kemasyatakatn dan usaha menjaga stabilitas ekonomi dan politik. Itu, hanya dapat dicapai oleh pemimpin yang memiliki kemampuan melebihi strata pendidikan doktor,” tukasnya sembari menambahkan apa yang dicapai Gubernur Olly, membuktikan integritas dan ilmu Managemen.

Gubernur Sulut, Olly Dondokamey selaku Promovendus dalam orasi ilmiahnya, mengemukan sejumlah poin penting. Bahwa karya managemen pemerintahan dan kemasyarakatan yang Ia lakukan terinspirasi dari ide Sam Ratulangi, Tokoh Nasional asal daerah ini, yang telah menulis buku Posisi Strategis Indonesia di Pasifik tahun 1937.

“Mimpi saya adalah, untuk mewujudkan ide Sam Ratulangi menjadi kenyataan. Ini yang memicu saya bekerja keras untuk mencapainya”. Karena anugerah gelar adoktor, bisa terlaksana karena juga didukung oleh pemetintah pusat dan seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara.(hilda).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.