Dianugerahi Gelar Doktor HC dari Unsrat, Gubernur Olly Dondokambey Torehkan Sejarah

Gubernur Olly raih gelar Doktor HC dari Unsrat, disambut sukacita istri tercinta Ny Rita Dondokambey Tamuntuan. Foto : istimewa

Manado, Sulutreview.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (HC) bidang Ilmu Managemen oleh Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), melalui sidang senat terbuka, pada Kamis (21/09/2023).

Gelar yang diberikan untuk pertama kalinya, setelah 62 tahun berdirinya Unsrat, merupakan catatan sejarah baru, bagi Profesor Doktor HC Olly Dondokambey SE, sebagai bentuk dedikasi dan penghargaan kepada putera daerah, yang peduli untuk pembangunan.

Melalui orasi ilmiah dengan tema ‘Sulawesi Utara Maju dan Sejahtera Sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia Pasifik’, Olly banyak mengungkap berbagai capaian dan terobosan.

Sejak terpilih menjadi Gubernur Sulut, Olly mengakui sangat terinspirasi dari semangat Dr Sam Ratulangi yang ingin menjadikan Sulut sebagai pintu gerbang di Asia Pasifik.

“Posisi Sulut berada di ujung utara Republik Indonesia yang strategis, karena Sulut dilewati jalur internasional. Sampai saat ini belum termanfaatkan dengan baik, dengan sejumlah tantangan yang ada, yang dipengaruhi oleh keputusan strategis juga keputusan politik dari pusat,” tuturnya.

Posisi yang sangat strategis ini, sebutnya, banyak ditanggapi dan diresponi oleh sejumlah negara. “Antara lain China, yang langsung bekerja sama untuk melakukan penerbangan langsung,” ujarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjadikan Sulut lebih maju, adalah meningkatkan profesionalitas dengan meningkatkan kualitas SDM di berbagai bidang.

“Bagaimana memanfaatkan posisi strategis, harus dilakukan terobosan. Contohnya, waktu mantan Gubernur SH Sarundajang yang menarik dunia untuk datang ke Sulut, melalui Word Ocean Conference, sehingga Sulut jadi pusat coral,” sebutnya.

Olly juga menyatakan tentang kekayaan suku dan bahasa di Sulut. “Kita punya suku besar di Minahasa, Mongondow, Nusa Utara, Sangihe dan Talaud. Melalui perbedaan ini, menggambarkan upaya untuk memajukan masyarakat yang ada di Sulut,” jelasnya sembari menambahkan kekayaan etnis yang semakin beragam, akan membawa dinamika serta manfaat yang semakin baik bagi kelangsungan NKRI.

Olly juga menyentil tentang budaya toleransi yang tinggi di Sulut. Hal itu terjadi sebelum agama Kristen yang dibawa Riedel dan Swarzch masuk Sulut. “Pemahaman toleransi sudah terbentuk sebelum Indonesia merdeka dan pendahulu kita Bapak Sam Ratulangi ada. Karena sejak zaman Diponegoro, saat dibuang di Bumi Nyiur Melambai, itu sudah tercipta,” tuturnya.

Progress pembangunan di Sulut saat ini, sambung Olly, tak lepas dari peran tokoh bangsa telah meninggalkan jejak yang baik.

“Antara lain adalah semboyan Sam Ratulangi bahwa manusia hidup untuk memanusiakan yang lain,” ujarnya.

Berbagai terobosan dan tangan dingin Gubernur Olly, khususnya menjelang masa akhir kepemimpinannya, terus digenjot. Antara lain dengan membuka konektivitas penerbangan Manado ke kota-kota di Tiongkok yang terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.

Tak hanya Tiongkok, konektivitas juga diperluas hingga ke Jepang, Filipina bahkan Korsel.

Bahkan saat Pandemi Covid-19 menghantam, ekonomi Sulut juga mampu bangkit dengan pertumbuhan ekonomi daerah jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana posisi saat ini, adalah 6,28 persen.

Selain itu, terobosan Gubernur Olly lainnya yaitu membuka Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bitung dan Pariwisata Likupang sebagai destinasi prioritas.

Terobosan dan inisiatif dari Gubernur Sulut telah memberikan kebaikan terhadap indikator makro sosial ekonomi seperti, pertumbuhan ekonomi, kestabilan harga umum/inflasi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, distribusi pendapatan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus diraih.

Gubernur Olly, pada kesempatan itu, mengaku terharu dengan pemberian gelar Doktor (HC) tersebut.

“Saya atas nama keluarga dan juga Pemprov Sulut, dalam suasana menjelang HUT Provinsi Sulut, beroleh penganugerahan ini, tentunya sangat mengharukan bagi saya,” kata Olly.

Bangga, karena merupakan satu-satunya tokoh yang menerima gelar dari Unsrat, sebagai universitas terkemuka di Sulut, Olly berjanji untuk berupaya meningkatkan pembangunan di Sulut.

“Di balik itu, ada tantangan untuk lebih memajukan Sulut, karena saya sudah menyandang gelar Doktor (HC),” tukasnya.

Atas berbagai pertimbangan dan penilaian,
menurut Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie MEng IPU ASEAN ENG, Gubernur Olly layak diberikan gelar Doktor HC.

Penyematan gelar yang dibarengi dengan prosesi mengenakan baju toga, merupakan bentuk penghargaan yang tinggi.

“Gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa adalah tradisi akademik yang diberikan kepada seseorang yang telah dipertimbangkan, dikaji dan dinilai oleh Unsrat, bahwa yang bersangkutan telah berjasa dan karya luar biasa sehingga benar-benar layak untuk mendapatkannya,” ungkap Sompie.

Sompie mengakui, bahwa sebagai Gubernur, Olly Dondokambey telah membangun Provinsi Sulut menjadi hebat dalam indikator pembangunan. Baik infrastruktur, sumber daya manusia, sosial budaya, kemasyarakatan.

“Lebih dari itu keberhasilan dalam usaha menjaga stabilitas ekonomi dan politik, serta Bapak Olly Dondokambey menunjukkan bahkan membuktikan integritas dalam bidang ilmu manajemen,” tukasnya sembari menambahkan Gubernur Olly, sebelumnya
dianugerahi gelar Profesor bidang pendidikan dari Wuhu Institute of Technology China pada Mei 2023 lalu.

Sidang Senat Terbuka Unsrat, turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw,
Forkopimda, civitas Unsrat, Sekretaris Senat, Prof Dr Jacobus Ronald Mawuntu SH MHum, Wakil Rektor bidang akademik, Prof Dr Ir Grevo Soleman Gerung dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr. Ronny Adrie Maramis SH MH dan jajaran Pemprov Sulut.(advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *