Festival Persahabatan, Peter Youngren Bawa Kabar Sukacita bagi Warga Sulut

Peter Youngren disambut hangat saat tiba di bandara Sam Ratulangi. Foto : istimewa

Manado, Sulutreview.com – Penginjil yang juga penulis Kristen asal Kanada, Dr Peter Youngren, seperti yang dijadwalkan, bakal hadir sebagai pembicara pada Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar di lokasi Pohon Kasih Kawasan Megamas, pukul 17.00 WITA pada 31 Agustus hingga 3 September 2023.

Mengusung tagline Festival Persahabatan, Youngren yang telah tiba di Manado, pada Selasa (29/08/2023), mendapatkan sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Mewakili Gubernur Olly Dondokambey, Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Provinsi Sulut, Evans Steven Liow dan warga Sulut, menyatakan sukacita atas kedatangan Youngren.

Mendapat sambutan tersebut, Youngren mengucapkan terima kasih atas sambutan dari pemerintah dan panitia.

“Saya bersyukur dan bersukacita atas sambutan hangat dari pemerintah dan panitia yang telah bekerja keras untuk melaksanakan Festival Persahabatan. Terima kasih untuk semuanya,” tukasnya.

Berada di tengah-tengah panitia yang ada, Youngren mengaku sangat senang berada di Manado. “Orang Manado sangat ramah dan begitu toleran. Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, adalah tempat yang baik. Karena itulah kami melaksanakan Festival Persahabatan. Karena kami ingin bersahabat dengan semua orang, juga warga Kota Manado, kiranya bisa jadi contoh untuk persatuan,” ungkapnya.

Ia mengajak warga Sulut khususnya Kota Manado untuk hadir bersama dan menikmati lawatan Tuhan di Festival Persahabatan.

“Banyak orang percaya festival ini akan berdampak, yakni apa yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Indonesia. Semua oran apa pun agamanya dipersilahkan datang di Pohon Kasih Kawasan Megamas. Saya percaya anda berharga, anda memiliki tujuan ilahi, anda diciptakan untuk hidup, cinta dan yang terbaik dari Allah,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap orang yang mengharapkan kasih Allah, untuk mendapatkan kesembuhan fisik dan harapan bagi keluarga, diharapkan dapat datang.

“Saya bukan penyembuh tapi saya telah melihat Tuhan melakukan mukjizat yang tak terbantahkan. Mukjizat terjadi karena kasih Allah melalui Yesus Kristus-Isa Al Masih. Saya tidak meninggikan satu agama di atas agama yang lain. Melainkan kasih Allah bagi semua orang,” ujarnya.

“Saksikan kasih Allah menyembuhkan dan melakukan mukjizat bagi semua orang,” pungkasnya.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.