Peduli Pekerja Rentan, Pemprov Sulut Hadirkan Program Pesona

Program Pesona melindungi pekerja rentan. Foto : istimewa

Manado, Sulutreview.com -Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Manado, memaksimalkan Program Perlindungan Sosial bagi Buruh Tani dan Petani Penggarap (Pesona).

Program unggulan yang diharapkan dapat meng-cover keberadaan pekerja rentan tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey, melalui Asisten I Sekdaprov Sulut Denny Mangala, mengatakan, program ini merupakan instruksi langsung Presiden, agar supaya pemerintah daerah bisa memberikan perhatian serius terkait perlindungan sosial ketenagakerjaan.

“Berdasarkan instruksi Presiden, Pak Gubernur Olly telah melakukan rapat dengan semua kepala daerah di Sulut untuk memperluas cover kepesertaan ketenagakerjaan. Setelah melakukan rapat ditindaklanjuti instruksi pak gubernur terkait program BPJS ketenagakerjaan,” katanya.

Pemprov Sulut, setiap tahun memberikan perlindungan bagi pekerja agama melalui program Perkasa. “Kurang lebih 123 ribu pekerja agama yaitu Kristen, katolik, Hindu, Budha dan Konghucu yang tercover,” katanya.

Lanjutnya, Pemprov Sulut juga mengcover tenaga kerja rentan melalui program Pesona. Baik petani, nelayan, sopir dan buruh tani yang ada di kabupaten/kota di Sulut. “Kita bersyukur program ini ditopang seluruh kabupaten kota,” katanya.

Saat ini, Pemprov Sulut mendorong seluruh ASN, agar ikut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Selanjutnya, intuk THL Pemprov Sulut sudah dicover BPJAMSOSTEK. Sedangkan ASN dipotong di gaji masing-masing.

“Manfaatnya, kalau meninggal dapat santunan sebanyak Rp42 juta. Sedangkan kecelakaan juga dicover. Dengan melihat manfaat program ini kita mengendorse supaya kita mengcover pekerja rentan,” katanya.

Sesuai instruksi pak gubernur kata Denny Mangala, Pemprov Sulut akan mengevaluasi sejauh mana implementasi di kabupaten kota.

“Kalau ada persoalan yang dihadapi kita akan bahas bersama untuk mencarikan solusi dan dilanjutkan dengan dikeluarkan instruksi pak gubernur,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulut memberikan apresiasi kepada Pemprov Sulut yang telah berkomitmen melindungi pekerja rentan di Sulut.

“Karena berbagai program, regulasi dan inisiasi Pemerintah Provinsi Sulut dalam melindungi pekerja melalui program Perkasa dan Pesona. Minimal satu desa 100 Orang melindungi pekerja rentan. Sehingga Pemprov Sulut sangat layak menerima penghargaan Paritrana award dari Presiden RI sebanyak tiga kali berturut-turut,” pungkasnya.

Turut hadir, Asisten III Sekdaprov Fransiskus Manumpil, Plt Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sulut Rahel Rotinsulu dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulut Sunardi Syahid.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.