Antisipasi Virus ASF, Pemprov Sulut Siapkan Lahan Pemusnahan Babi Mati

Sejumlah babi mati di buang di ruas jalan Gunung Potong Kabupaten Mitra. Foto : istimewa

Manado, Sulutreview.com – Mengantisipasi penyebaran virus African Swine Fever (ASF) yang menjangkiti ternak babi disikapi serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut).

Tindakan itu diikuti dengan melayangkan surat kepada Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan Bolaang Momgondow Selatan (Bolsel).

Surat bernomor 524/23.3364/SEKR-DISTANAK, tentang Penyediaan Lahan untuk Pemusnahan Hewan Terinfeksi/Terduga Terinfeksi ASF itu, ditujukan kepada Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan Bolaang Momgondow Selatan (Bolsel) tertanggal 23 Mei 2023.

Katanya, Sulut merupakan salah satu sentra peternakan babi di Indonesia, dengan populasi babi 402.907 ekor, sebagaimana data tahun 2022 dan Sulut telah menjadi pemasok daging babi nomor 2 secara nasional.

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah sekarang, sedang dilanda AFS.

“Di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, puluhan ribu babi mati akibat keganasan penyakit ini dan menimbulkan dampak kerugian besar hingga ratusan milyar rupiah baik di peternak dan masyarakat,” kata Sekprov Sulut Steve Kepel mengutip Surat tersebut.

Sulawesi Utara masih menjadi sedikit daerah bebas ASF di Indonesia. Di mana ancaman ASF sudah sangat mengkhawatirkan dengan adanya lalu lintas pemasukan daging babi dan babi secara illegal dari Sulawesi Selatan dan
Sulawesi Tengah.

Orang atau pengusaha memanfaatkan situasi murahnya harga babi dan daging babi di daerah tersebut.

Babi yang dibuang telah dievakuasi

“Untuk menjaga agar Sulawesi Utara bebas ASF, diperlukan tindakan pemusnahan daging babi dan babi yang dilalu lintaskan secara illegal,” ungkapnya.

“Oleh sebab itu, dimintakan kepada Bupati Bolmut dan dan Bupati Bolsel untuk menyiapkan lahan dekat dengan perbatasan Gorontalo yang akan digunakan untuk tempat pemusnahan daging babi dan babi illegal,” tegasnya.

Hal ini menjadi bagian yang sangat penting untuk mencegah masuknya penyakit ASF ke Sulut.

Terbaru, di sejumlah wilayah di Tomohon, Minahasa Selatan, Minahasa dan Minahasa Tenggara didapati adanya ternak babi yang mati. Ironinya babi-babi tersebut di buang di sisi ruas jalan.

“Saya tidak habis pikir jika ada orang yang punya pikiran dan tindakan seperti itu. Ini bagi saya pencemaran luar biasa, sebab bisa jadi babi yang dibuang sudah terjangkit virus. Selain menimbulkan bau busuk, tetapi juga ancaman penyebaran virus yang lebih meluas,” ujar Marvel Pandeleke warga Minahasa Tenggara.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.