Manado, Sulutreview.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara (Sulut), berkolaborasi dengan Pemprov Sulut untuk menunjang pariwisata daerah.
Salah satunya, mendorong pihak perhotelan yang ada di Bumi Nyiur Melambai agar menayangkan siaran lokal.
Ketua KPID Sulut Reidi Sumual mengatakan, pariwisata, sebagai unggulan daerah harus berkembang dan maju. Upaya tersebut harusnya mendapat support para pengusaha perhotelan. Yakni, dengan menayangkan siaran televisi lokal di setiap unit kamarnya.
“Kami tahu masih banyak hotel yang belum memiliki siaran lokal di setiap unit kamar hotel. Sudah saatnya semua hotel memilih siaran lokal untuk ditayangkan kepada tamu yang menginap,” ujar Sumual di hotel Mercure, Jumat (26/05/2023).
Menurut Sumual, TV lokal saat ini, didorong untuk memproduksi konten pembangunan Sulut, termasuk kemajuan aspek pariwisata.
“KPID terus mendorong konten lokal pariwisata hingga kemajuan bidang pembangunan, yang bisa terdokumentasi untuk disaksikan oleh tamu yang datang di daerah ini,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kominfo Sulut, Steven Liow turut mendukung langkah KPID. Karena menurutnya, tamu dari luar daerah dapat menyaksikan potensi wisata melalui siaran TV lokal.
“Kalau hotel di Bali banyak pilihan TV lokal, maka hal yang sama dapat dilakukan di Sulut. Tamu yang istirahat di hotel bisa sambil menyaksikan informasi pariwisata,” ujarnya.
Dalam waktu dekat ini, katanya, akan ada edaran untuk meminta semua bisnis perhotelan agar mengikuti apa yang ditawarkan oleh KPID Sulut.
Saat ini, di Sulut, terdapat 17 stasiun TV, termasuk TV Nasional yang berjaring dengan daerah, telah berkomitmen untuk memproduksi siaran lokal. Karena sesuai aturan setiap TV harus memiliki 10 persen dari seluruh jam tayangnya dengan konten lokal.
“Program dari gubernur dan wakil gubernur akan terlihat kemajuannya melalui program siar yang terus dipacu oleh TV lokal atau stasiun TV jaringan yang ada,” ujarnya.
Dalam worshop literasi digital tersebut, KPID dan Pemprov Sulut, menghadirkan pengusaha TV kabel, perhotelan dan manajemennya termasuk pelaku UMKM daerah ini.(eda)













