Bitung, Sulutreview.com– DPRD Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD Kota Bitung Terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bitung Tahun 2022 yang dilaksanakan di ruang sidang utama Senin (08/05/2023).

Pada kegiatan Rapat Paripurna ini, dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Bitung Aldo Nova Ratungalo SE didampingi Wakil Ketua Keegen Kojoh SP.i dan Nabsar Badoa M.SI dan dihadiri langsung Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM serta puluhan jajaran Anggota DPRD dan Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir Ignatius Rudy Theno ST MT dan Plt Sekretaris DPRD Drs Dr Jackson Ruaw M.SI serta jajaran ASN Esellon 2 dan para Asisten di Pemerintahan Kota Bitung dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida)

Acara Paripurna pun, diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh seluruh yang hadir di ruang sidang utama di Kantor DPRD tersebut.
Kemudian Anggota DPRD Hasan Suga membacakan laporan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ tahun 2022 yang melahirkan rekomendasi.

Diantaranya meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, penempatan pegawai sesuai kemampuan dan pangkat, penambahan anggaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kekurangan WiFi, pengadaan baru kendaraan operasional BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup, penyeimbangan insentif hamba Tuhan, perbedaan anggaran di setiap perangkat daerah, SILPA dan skala prioritas APBD.

Usai pembacaan Pansus LKPJ, terjadi beberapa interupsi oleh beberapa anggota DPRD diantaranya Alexander Wenas, kemudian Hasan Suga dan disambung oleh Geraldi Mantiri SE yang juga memberikan clearence dan juga mengkoreksi terkait pembicaraan yang dianggap perlu untuk diluruskan.
Kemudian Ketua DPRD Aldo Ratungalo langsung mengambil alih dan kemudian Rapat Paripurna berlangsung aman dan lancar dan dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM.

Pada penyampaianya Wali Kota menyampaikan banyak hal diantaranya soal kalau ada hal yang perlu ditegur, silahkan melakukanya sebab di Pemerintahanya semuanya terbuka silahkan lapor ke aparat Hukum yaitu Kepolisian ataupun Kejaksaan.
Bisa kita lihat pada kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) belum lama ini terjadi, di Dinas Capil dan Kependudukan hal tersebut sangat perlu agar kami tidak main-main dilapangan dalam menjaga nama baik atau Marwah Pemerintah Kota Bitung.
Intinya selama Pemerintahan ini, tentu sudah banyak yang kami kerjakan meski dalam Pemerintahannya hanya sampai 3 tahun saja, yang tentunya masih ada juga yang belum kami kerjakan dan tentu ada juga yang belum berkenan di hati masyarakat, kami minta maaf, sebab kami juga masih manusia biasa. Meski begitu, ada juga program yang sebelumnya belum ada namun menjadi ada.
Selain itu, di 3 tahun kepemimpinannya tentu Visi dan Misi pihaknya akan terus menyelesaikanya yang salah satunya adalah menyediakan 1.000 titik Wifi yang saat ini masih terus berjalan di setiap Kecamatan.
Maurits pun menjelaskan bahwa Pemkot Bitung sudah berupaya untuk menyelesaikan 1.000 titik wifi dan dengan bekerjasama dengan tiga vendor yaitu Telkom, Infotek dan Icom.
“Untuk wifi jika terjadi lalod, itu bukanlah kesalahan kami (Pemkot red) itu adalah signal dari 3 vendor tadi. Namun kami sifatnya berkoordinasi jika ada terjadi case signal down tersebut,” ujarnya.
Maurits pun mengkritisi akan kalangan pejabat Esellon 2 yang tidak memakai Jas. Sebab sesuai undangan sebenarnya wajib memakai Jas. Namun Ia belum memberikan kritikan pedas atau sanksi, mengingat jajaran DPRD juga belum seluruhnya memakai jas. “Jadi Impas kang,” celetuknya sambil tersenyum.
Yang terakhir, Ia juga meminta kepada jajaran DPRD untuk dapat konsisten melakukan pengawasan terhadap pihak eksekutif. “Kami sangat meminta bantuan kepada DPRD agar dapat melakukan pengawasan kepada kami,” ungkapnya.
Soal adanya laporan ada Kepala SKPD yang jarang hadir, Ia menunggu juga laporan tertulis, untuk menjadi landasan yang nyata untuk Ia akan menindaklanjutinya.
“Akhir kata, saya mengucapkan banyak-banyak terimah kasihnya kepada kalangan DPRD yang telah melaksanakan kegiatan LKPJ tahun 2022 ini,” tandasnya.
Usai Wali kota memberikan sambutan, Paripurna langsung di tutup dan kemudian Walikota berjalan menyusuri seluruh anggota DPRD yang hadir untuk berjabat tangan.(Advetorial)













