Seminar Earth Day Tomohon Menuju Zero Pesticides Sukses Digelar, Masyarakat Diminta Berperan

Tomohon,Sulutreview.com – Dalam Rangka memperingati hari Bumi, Pemerintah Kota Tomohon yang didukung Asosiasi Petani Organik Tomohon, Michi No Eki dan Jurnalis Tomohon Hebat menggelar Seminar Earth Day.

Seminar berbasis lingkungan hidup ini bertemakan ‘Tomohon Menuju Zero Pesticides’, kegiatan dilaksanakan di Michi No Eki Pakewa, pada Jum’at, (28/04), dihadiri juga oleh Putra Putri Kota Tomohon.

Walikota Tomohon yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tomohon Dra Lilly Solang MM, menjelaskan pentingnya peran semua pihak untuk mengatasi permasalahan besar atau isu utama terkait perubahan iklim dan pengelolaan sampah.

“ Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk SH berpesan agar rakyat Kota Tomohon semakin menumbuhkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan, ” ujar Solang Saat membuka kegiatan.

Ia menambah, bumi yang indah, bersih dan nyaman adalah kebutuhan jangka panjang bagi pemenuhan kualitas hidup anak cucu kita. Karena itu perubahan pola pikir harus segera dilakukan dimulai dari hal-hal terkecil wujud kepedulian kita kepada bumi atau lingkungan hidup.

“ Jadi tak hanya tanggung jawab pemerintah menghadapi global warming atau pemanasan global, cuaca ekstrim, dan lainnya, ” tuturnya.

Sementara, Dr Martina Langi sebagai Akademisi Unsrat yang juga Pakar Lingkungan yang turut sebagai narasumber berpesan Penggunaan pestisida dalam pertanian harus diatur dan dipantau dengan hati-hati
guna memastikan keamanan dan efektivitasnya.

“ selain bermanfaat, Pestisida menyebabkan efek kesehatan akut atau
kronis pada orang yang terpapar pestisida seperti kanker, cacat lahir, gangguan
reproduksi, masalah saraf, masalah
pernapasan, dan ketidakseimbangan
hormon
Membahayakan organisme, ” tandasnya.

Ketua Panitia Seminar Earth Day 2022 Kota Tomohon, mengapresiasi para petani dan kelompok masyarakat yang boleh ambil bagian dalam seminar ini.

“ Dalam jangka waktu yang singkat, semua stakeholder akan bekerjasama untuk meminimalisir penggunaan pestisida yang berbahaya untuk kesehatan, ” ujar Turambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *