PLN Wujudkan Listrik Berkeadilan di Kabupaten Morowali Utara

Desa di Kabupaten Morowali Utara, mulai benderang. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik ditugaskan untuk melistriki Indonesia sampai ke pelosok dengan hasil yang diharapkan, yakni peningkatan rasio elektrifikasi di setiap daerahnya.

Kabupaten Morowali Utara yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang menjadi fokus PLN Unit Induk Distribusi Suluttenggo dalam hal pembangunan jaringan listrik pedesaan.

Hal ini tak lepas dari pengaruh listrik yang menjadi salah satu faktor penentu dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Morowali Utara mencapai 36,42 persen dengan realisasi investasi yang juga meningkat dari tahun sebelumnya.

Dengan terbagi atas 10 kecamatan, 122 desa dan 3 kelurahan menjadi tantangan tersendiri bagi PLN dalam melistriki daerah yang kaya akan sumber daya alam logam nikel ini.

Pada roadmap listrik desa Kabupaten Morowali Utara, tahun 2023 ini PLN akan melistriki 3 desa dan 7 dusun yang tersebar di 6 kecamatan yang berbeda dengan total 1.366 rumah tangga. Untuk infrastrukturnya sendiri sementara dibangun jaringan tegangan menangah 63,89 kms, jaringan tegangan rendah 27,29 kms, gardu distribusi 1.250 kVA, dan pembangunan PLTS 340 kWp.

Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah, Rahmatan menjelaskan bahwa desa dan dusun yang sudah masuk dalam roadmap tahun 2023 yang akan dilistriki yaitu desa Saliburo, Matube, Tokonanaka, dan dusun Malei, Bungini, Pelia, Tontowea dusun 4, Peleru dusun 4, Palumoro, dan wonsa dengan total investasi 57,90 miliar.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Suluttenggo, J.A. Ari Dartomo menerangkan bahwa pihaknya memang tengah berfokus pada peningkatan rasio elektrifikasi lebih khusus di daerah-daerah yang belum dilayani listrik PLN.

“Upaya menerangi daerah pelosok terus kami lakukan dengan tentunya menyiapkan terlebih dahulu infrastruktur kelistrikan yang memadai. Kami juga tentu sangat terbantu dengan kolaborasi yang telah terjalin bersama pemerintah daerah setempat,” terang Ari.

Saat ini untuk rasio elektrifikasi Kabupaten Morowali Utara mencapai 96,36 persen dengan masih ada beberapa daerah yang belum dilistriki oleh PLN. Hal ini menjadi tantangan serta komitmen bagi PLN, dimana dalam perencanaan ditahun depan masih akan ada 6 desa dengan total 795 rumah tangga yang akan dilistriki.

Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS dalam pertemuannya bersama pihak PLN beberapa waktu lalu mengungkapkan kebahagiaannya karena hampir seluruh desa di daerahnya sudah dan akan dilayani listrik PLN.

“Hal ini patut kita syukuri bersama, karena masyarakat sangat senang melihat infrastruktur yang sudah dibangun PLN dan kedepannya mereka sudah bisa merasakan listrik dengan nyaman. Kedepannya kami mengajak untuk sinergitas antara pemerintah daerah dan PLN ini harus semakin kita perkuat lagi,” sambut Delis.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.