Manado, Sulutreview.com – Berbagai upaya untuk mengenalkan Cinta Bangga Paham Rupiah serta Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) intens dilakukan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara.
Kali ini target yang disasar adalah tokoh agama, dengan maksud dapat memberikan pesan kepada umat untuk turut menopang sosialisasi yang gencar dilakukan BI Sulut.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut,
Fernando R Butarbutar mengajak masyarakat memiliki kecintaan terhadap Rupiah. Antara lain dengan cara mengenali karakteristik dan desain uang Rupiah, memperlakukan Rupiah dengan baik, serta menjaga uang Rupiah dari segala kejahatan pemalsuan.
“Perlakukan Rupiah dengan baik. Jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan dibasahi, jangan diremas. Artinya sudah turut menjaga uang Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara,” ungkap Butarbutar pada kegiatan Komunikasi Kebijakan kepada Pemuka Agama se-Kota Manado bersinergi dengan BKSAUA Manado di Kantor Walikota Manado, Selasa (21/03/2023).
Selanjutnya, terkait penggunaan QRIS, Butarbutar mengatakan, masyarakat selaku pembeli barang dan jasa akan lebin mudah dalam melakukan pembayaran.

“Sebab lebih cepat, pengeluaran tercatat oleh sistem, efisien tanpa uang kembalian, bebas biaya, lebih higienis tanpa kontak fisik, aman serta terlindungi sebab diawasi oleh Bank Indonesia,” jelasnya.
Bagi para pedagang atau merchant atau penyedia barang dan jasa, penggunaan QRIS, kata Butarbutar akan memberikan manfaat berupa kemudahan pencatatan transaksi.
“Selqin itu, kemudahan dalam membangun credit profile, tidak memerlukan uang kembalian dan bebas dari risiko pencurian dan pemalsuan uang,” ujarnya.
Kepada para pemuka agama, disampaikan bahwa BI memberikan asistensi bagi tempat ibadah yang ingin menggunakan QRIS dalam pengelolaan keuangan organisasi rohani yang bersangkutan.
Butarbutar, pada kesempatan itu, juga memaparkan Kebanksentralan, fungsi Bank Indonesia yang dirangkum dalam 3 hal, yaitu mengelola stabilitas moneter, menjaga stabilitas sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan dalam rangka menjaga kestabilan nilai rupiah yang tercermin dari inflasi dan nilai tukar.
Acara dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Marwadi.(hilda)













