Mario Alami Kecelakaan Kerja, BPJamsostek Tanggung Biaya Pengobatan

Kepala Kantor Cabang BPJamsostek, Sunardy Syahid saat mengunjungi Mario. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kantor Cabang Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan kepedulian kepada pesertanya.

Mario, salah satu pekerja yang merupakan karyawan Hillcon Jaya Sakti Site Weda Bay Nickel, yang mengalami kecelakaan kerja pada bulan April 2022 lalu di Weda – Halmahera Tengah, mendapatkan perhatian penuh.

Diketahui, saat mengendarai dump truck yang hilang kendali di jalanan menurun, Mario melompat untuk menyelamatkan diri.

Keadaan itu, mengakibatkan kepala Mario terbentur dan patah pada bagian kaki kiri.

Saat ini, Mario sudah ditangani oleh pihak rumah sakit Dr. CH Chasan Boesoeri Ternate dan di rujuk ke RS Sentra Medika Minahasa Utara pada bulan Mei.

Kepala Kantor Cabang BPJamsostek, Sunardy Syahid menjenguk Mario Rantung di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara. Di mana Mario dijadwal untuk melakukan tindakan operasi pengangkatan Pen di kaki kiri.

“Tujuan kami datang untuk menjenguk dan memberikan perhatian serta semangat agar Mario lekas sembuh. Ini merupakan bentuk pelayanan prima kepada peserta BPJamsostek,” ujar Sunardy.

Dia juga menyampaikan agar Mario cukup fokus pada penyembuhan dan tidak perlu memikirkan biaya pengobatan karena seluruh biaya pengobatan dan perawatan yang timbul ditanggung oleh BPJamsostek.

Sunardy menyampaikan biaya yang telah timbul dalam pengobatan dan perawatan Mario sudah mencapai Rp57 juta lebih.

“Nilainya akan bertambah karena masih dalam perawatan di rumah sakit. Ini merupakan manfaat dari program jaminan kecelakaan kerja karena biaya pengobatan tidak ada batasan biaya, sesuai dengan kebutuhan medis,” ujarnya.

Manfaat perawatan di rumah (home care) meliputi tindakan medis dan asuhan keperawatan sesuai standar perawatan di rumah.

Manfaat perawatan di rumah diberikan kepada Peserta paling lama 1 (satu) tahun sejak direkomendasikan untuk perawatan di rumah dengan biaya paling banyak Rp20 juta.

Perawatan di rumah telah mencapai 1 (satu) tahun atau biaya telah mencapai sebesar Rp20 juta dan peserta masih membutuhkan perawatan dan pengobatan, pelayanan kesehatan akibat kecelakaan kerja atau PAK dilanjutkan pada fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur RS Sentra Medika Minahasa Utara dr Cecilia Naritha menyambut baik atas kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sebagai pusat layanan kecelakaan kerja bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Apalagi sekarang ada layanan tambahan homecare yang diberikan sampai dengan Rp20 juta,” kata dr Cecilia.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.