Manado, Sulutreview.com – Ratusan pekerja buruh yang tergabung dalam Partai Buruh melakukan aksi damai menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (6/9/2022).
Aksi damai ini diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulut, Victor Mailangkay sebagai moderator dan didampingi oleh Billy Lombok, Braien Waworuntu, Kristo Ivan Lumentut, Hendri Walukow, Melky Pangemanan Ayub Ali Albugis dan Berty Kapoyos.
Dalam aksi damai tersebut, ketua Partai Buruh, Lucky Sanger menyampaikan beberapa aspirasi, yakni adanya kenaikan harga BBM dan gaji para pekerja yang selama 2 tahun tidak ada kenaikan.
Menanggapi aspirasi-aspirasi yang telah disampaikan, Mailangkay mengapresiasi semua aspirasi tersebut dan mengatakan akan meneruskan aspirasi tersebut sampai ke pemerintah pusat dan akan mendiskusikannya ke pemerintah daerah.
“Saya wakil ketua DPRD Sulut dari partai Nasdem, sangat mengapresiasi teman-teman buruh yang telah datang menyampaikan beberapa aspirasi. Tentunya aspirasi ini akan kami teruskan sampai ke pemerintah pusat dan akan kami diskusikan dengan pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat,” tegas Mailangkay.
Hal serupa juga disampaikan oleh anggota dewan dari partai PDI-Perjuangan, Berty Kapojos mengapresiasi Partai Buruh yang sangat peduli untuk menyampaikan aspirasi ke wakil rakyat dan nantinya aspirasi ini akan dibawa sampai ke pusat dan Pemerintah Provinsi Sulut.
“Saya dari partai PDI-Perjuangan, yang pasti kami mengapresiasi Partai Buruh yang sudah sangat peduli untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi kepada kami wakil rakyat,” ujarnya.
Mereka juga menyatakan berpihak atas apayang telah disampaikan Partai Buruh.
“Ini juga menjadi contoh untuk bagaimana menyampaikan aspirasi dengan damai sehingga betul-betul aspirasi ini kami akan terima dan ditindak-lanjuti sampai ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ucap Kapoyos.
Adapun beberapa organisasi yang tergabung dalam Partai Buruh saat melakukan aksi damai, yaitu dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dan Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSPP).(lina)













