Manado, Sulutreview.com – Tahapan seleksi
terbuka Calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) terus bergulir.
Lilima birokrat yang dinyatakan layak untuk mengikuti seleksi, yakni Kepala Dinas Perkimtan Sulut, Steve Kepel, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut, dr Debie Kalalo, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulut, Izak Rey, Kepala Dinas PM-PTSP Sulut, Fransiscus Manumpil dan Kepala Kesbangpol Sulut, Ferry Sangian.
Mereka siap untuk mengikuti tahapan yang telah dirancang panitia seleksi (pansel) selanjutnya, melalui tes penulisan makalah yang dilaksanakan di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara pada Jumat (26/08/2022).
Penjabat Sekdaprov Sulut Dr Praseno Hadi Ak MM, berkesempatan membuka sampul naskah yang berisikan outline makalah.
Tema yang diangkat adalah Optimalisasi Peran Sekretaris Daerah Dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik dan Bersih serta Berorientasi Pelayanan Dalam Rangka Mengejawantahkan Visi/Misi Kepala Daerah.
“Setiap peserta diberikan kebebasan menentukan sendiri judul makalah yang akan ditulis yang dikaitkan dengan tema yang telah diberikan oleh Panitia Seleksi,” kata Praseno.
Ketua Pansel Dr Drs A. Fatoni MSi mengatakan, salah satu unsur yang dinilai dalam penulisan makalah adalah ketajaman analisis setiap peserta dalam mengelola dan menyelesaikan masalah yang sedang dan akan ditemui dalam jabatannya sebagai seorang sekretaris daerah nantinya.
Penyelesaian masalah tersebut tentu berkaitan erat dengan program prioritas dari setiap peserta serta inovasi-inovasi yang nantinya akan diimplementasikan.
Sebagai top manager di sektor pemerintahan, seorang sekdaprov diharapkan mampu menjadi seorang leader bagi rekan sekerjanya, seorang dinamisator atau penyeimbang hubungan dengan mitra kerja di lingkup Provinsi Sulut, baik instansi vertikal, legislatif maupun yudikatif.
“Melalui penulisan makalah ini, kami berharap setiap peserta dapat memunculkan ide-ide kreatif dan inivastif. Sehingga mampu menilai dan solutif terhadap berbagai isu-isu strategis yang berkembang sekarang ini,” tukasnya.
Ia pun berpesan agar para bakal calon Sekdaprov bisa memberikan kontribusi terbaik bagi Sulut melalui kerja nyata.
Penulisan makalah berlangsung selama 120 menit atau 2 jam.
Situasi tes terlihat cukup menegangkan. Karena tema yang diberikan pada saat tes tidak diketahui sebelumnya. Ide inovasi akan dituangkan para calon pada saat itu juga. Dalam artian, tidak ada pemberitahuan sebelumnya.(srv)













