Tekuni Bisnis UMKM di Masa Pandemi, Ini Kiat Sukses Santje Pontoh

Santje Pontoh dengan produk lokal andalan. Foto : Hilda

Manado, Sulutreview.com – Banyaknya usaha yang gulung tikar akibat digempur pandemi sejak awal tahun 2020 silam tak menyurutkan langkah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mengembangkan sayap bisnisnya.

Berbagai olahan berbahan dasar lokal digeluti demi menyambung ekonomi agar tak terbawa arus merugi. Hal itu dibuktikan dengan usaha dan ketekunan serta terobosan yang dilakukan.

Ketua UMKM Kota Manado, Santje Pontoh mengaku sempat galau ketika pandemi, karena tenaga kerja yang semula berjumlah 10 orang terpaksa dipangkas. Namun dengan kegigihannya, lambat laun kondisi pasca pandemi mulai membawa kebangkitan ekonomi.

“Usaha waktu pandemi sempat melambat karena berkurangnya permintaan. Namun kami berusaha bertahan, dengan tidak patah semangat,” ungkapnya di tengah kunjungan Menteri P3A Bintang Puspayoga, di Rumah Alam Manado, Senin (27/6/2022).

Tak berjalan sendiri, support dari instansi terkait, seperti Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut, sebut Santje juga sangat membantu. Antara lain dengan turut memasarkan produksi.

“Mereka mengambil produk dengan cara langsung bayar, sehingga kami masih terus dapat melakukan produksi,” kata Santje.

Produksi UMKM yang dikelola Santje seperti halua kenari, abon cakalang dan aneka camilan keripik pisang goroho terus dilakukan dan tetap eksis sampai saat ini.

“Puji Tuhan, saat ini produk kami sudah mampu memenuhi permintaan dari luar daerah dan sejumlah supermarket di Manado,” katanya.

Untuk soal perizinan, Santje mengakui sudah tidak ada kendala, dua brand yang menjadi label produksinya yakni, UMKM Indry dan Monica Jaya telah dikantonginya.

“Kami sudah ada izin BPOM dan halal, yakni untuk tiga produksi. Itu juga dapat bantuan dari pemerintah,” katanya.

Dalam menjalankan usaha, pasti akan ada kendala. Tetapi itu bukan alasan untuk terus maju. “Jalani saja, dengan optimisme, karena kalau kita mampu melewatinya maka keberhasilan itu sudah di depan mata,” tukasnya.

Santje menambahkan agar pelaku usaha UMKM, khususnya para kaum perempuan untuk tidak jemu menangkap peluang yang ada. Memanfaatkan keahlian yang dimiliki untuk menambah pundi-pundi ekonomi.

“Tetap percaya di mana ada usaha pasti ada jalan, tetap berusaha dengan ketrampilan atau skill yang dimiliki, bangun jejarimg dengan siapa saja, niscaya usaha kita akan terus berjalan dan berkembang,” tandasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *