Bitung, Sulutreview.com– Persoalan air bersih nampaknya masih saja menjadi problem yang laris dalam setiap agenda serap aspirasi warga pada Reses oleh pihak DPRD di Kota Bitung.

Pasalnya kendati reses hampir setiap tahun digelar. Akan tetapi persoalan klasik yang mengemuka selalu saja muncul soal krisis air bersih.

Di Kelurahan Tendeki misalnya. Pada Reses Anggota DPRD Steifly Tangka SE pada Masa Persidangan Kedua Tahun Ketiga di Tahun Sidang 2021-2022 DPRD yang dilaksanakan di lokasinya keluhan warga yang mengemuka menjadi perbincangan hangat adalah persoalan air bersih.

Pantauan wartawan Rabu (06/04/2022) memang ada dua warga yang menyoroti persoalan air bersih di Tendeki yang sampai saat ini kian saja tersendat.
Mirisnya lagi, Kelurahan Tendeki ini adalah merupakan salah satu lokasi penyuplai air bersih di PDAM. “Kami sampai saat ini mengalami krisis air bersih, sering mati air terjadi. Ini sangat tidak adil, kok kami adalah bagian dari penyuplai air bersih. Untuk itu kami minta kepada Pak Steifly Tangka dapat menyampaikan keluhan kami ke instansi yang terkait dalam hal ini PDAM,” tandas salah satu warga.
Selain itu, warga juga menanyakan terkait bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dimana ada satu warga yang awalnya menerima bantuan namun setelah pada jadwal kedua sudah tidak menerima lagi.
Terungkap lagi di Reses, yaitu terkait lampu jalan, dimana warga mengeluhkan di jembatan masuk Tendeki agar dapat dipasangkan lampu jalan.
Selain itu juga, persoalan Batu Papang yang awalnya pihak Tol telah melakukan pembayaran harus dapat diperjelas yang kalau boleh dananya dapat dibelikan lahan pekuburan khusus untuk warga Tendeki.
Mendengar aspirasi sejumlah masyarakat yang hadir di Reses tersebut, Steifly Tangka SE mengatakan bahwa semua aspirasi warga di Reses ini, sudah dicatat untuk disampaikan pada Paripurna Reses di kantor DPRD untuk disampaikan kepada Wali Kota Ir Maurits Mantiri MM dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar SE yaitu soal lampu jalan, air bersih yang tentunya mekanismenya tentu menggunakan skala prioritas.
“Untuk batu Papang memang ada usulan masyarakat karena dananya sudah dititip maka kami akan duduk bersama dengan masyarakat dan pemangku adat Tendeki berkolaborasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan Lurah untuk mencari jalan keluar yang terbaik,” tandasnya.
Turut hadir pada acara tersebut, Lurah Tendeki Reyke Paat dan Sekcam Matuari Stenly Tantang.(zet)













