Manado, Sulutreview.com – Proses rencana kerja (Renja) merupakan esensi penting dalam tahapan pelaksanaan kegiatan APBD 2023 mendatang.
Untuk itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Asiano Gammy Kawatu mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memperhatikan dan tanggap terhadap realisasinya.
“Seluruh perangkat daerah agar memberi perhatian dalam kaitan proses Renja ini. Karena akan menggerakan kegiatan-kegiatan APBD 2023 mendatang. Untuk itu, dalam forum ini membuka masukan sebesar-besarnya kepada seluruh peserta,” ungkap Kawatu saat membuka Rapat Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah tahun 2022, sebagai tindak lanjut berita acara hasil verifikasi terhadap rancangan awal renja perangkat daerah yang bertempat di ruangan video conference BKAD provinsi sulut, selasa (05/04/2022).
Dalam sambutan sekdaprov menyampaikan sesuai ketentuan aturan terbaru mestinya di minggu berjalan ini semua perangkat daerah sudah seratus persen berada di ruang kerja masing-masing, yang namanya WFH sudah berakir dari minggu lalu.
“Kalau bicara rencana awal berarti sifatnya masih berbentuk draf sebelum menjadi dokumen resmi untuk renja (rencana kerja) ke depan. Saya berharap materi yang akan disampaikan sebentar ini bukan hanya sekedar diingat tapi betul-betul direspon dengan cara dialog tetapi juga ada masukan-masukan secara dialog” tambah beliau.
Dia juga berharap, kegiatan hari ini dapat di manfaatkan sebaik mungkin untuk kegiatan pembangunan di tahun 2023 mendatang meskipun masih secara daring.
Hadir Kepala BKAD prov. Sulut Dr. Femmy Suluh, kepala Bapenda prov. Sulut Olvie Atteng, SE. M,Si serta seluruh peserta PD se-Provinsi Sulut.(srv)













