Menteri Sandiaga Uno Yakin Ditangan Maurits-Hengky Sektor Pariwisata Bitung Terus Berkembang

Bitung, Sulutreview.com– Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI. Sandiaga Salahudin Uno, akhirnya pada Selasa (15/02/2022) resmi Touch Down di Kota Digital Bitung Sulawesi Utara (Sulut). Saat tiba Menteri langsung menginap di Solitude Hotel yang berada di depan Pulau Lembeh tepatnya di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga.

Saat Menteri Sandiaga Bangun Pagi pada Rabu (16/02/2022). Ia langsung Jogging lari Pagi, untuk menjaga kesehatan kebugaran tubuhnya dengan mengitari sekitar Resort dengan panjang jalan 6 kilometer yang Ia lalui, bersama Kadis Pariwisata Bitung Pingkan Kapoh MAP dan kemudian kembali lagi ke Hotel untuk bersiap-siap menghadiri rangkaian kegiatan di lokasi Wisata di Batu Angus.

Disana, Menteri langsung disambut Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM melalui Wakil Wali Kota Bitung Bapak Hengky Honandar SE dan Sekda Dr Audy Pangemanan serta Kapolres Bitung AKBP Alam Kusuma S. Irawan SIK SH MH serta jajaran pejabat dan Forkompimda Kota Bitung.

Pada sambutanya di Batu Angus, Menteri menyampaikan bahwa Ia kepincut datang ke Kota Bitung lewat presentasi kepala daerah yaitu Bapak Wali Kota Bitung. Ir Maurits Mantiri MM dan Bapak Wakil Walikota Hengky Honandar adalah yang paling terbaik, “karena sampai menyinggung Metavere dan dilengkapi dengan dokumentasi video dan dapat diserap dengan baik,” katanya sembari di sambut tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan di Taman Wisata Alam Batu Angus tersebut.

Tak hanya itu, saja kedatangan Menteri Sandiaga Uno selain ingin melihat potensi Pariwisata di Kota Bitung secara dekat. Juga dalam rangka penyerahan dana alokasi khusus 2021 dan rencana dana alokasi khusus 2022.

Di Batu Angus tersebut, Wali Kota Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri, MM mempresentasikan potensi wisata yang ada di Selat Lembeh yang merupakan Surga Tersembunyi. Karena, kata Maurits bahwa Selat Lembeh sebagai situs Muck Diving atau lokasi Selam dengan dasar laut berpasir terbaik di dunia.

“Kecantikan biota laut yang ada di selat lembeh merupakan objek yang mahal bagi pecinta fotografi bawah air. Itu sebabnya selat lembeh mendapat sebutan (the mecca of macro photograpy),” ujar Mantiri Via Virtual.

Lebih lanjut, Mantiri menyampaikan, kondisi geologi selat lembeh sangat unik serta bentuk geometric selat yang khas menyerupai mulut naga. Selat ini mengalirkan arus laut bolak-balik yang kuat dari laut sulawesi dan samudera pasifik.

“Karakter arus bolak-balik ini menyebabkan efek eutrofikasi yang membawa nutrisi dari substrat batuan vulkanik yang kaya mineral sebagai bahan makanan yang berlimpah bagi berbagai makhluk yang hidup di dasar selat. Oleh sebab itu, sangat logis jika selat lembeh memiliki mahluk-mahluk dasar laut yang bentuk fisiknya tidak lazim, langka, unik dan mempesona serta beberapa spesies eksotis yang tidak terdapat di perairan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno membeberkan,bahwa Ia sangat berbahagia berkunjung ke Bitung karena Kota ini, menurutnya, memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang luar biasa.

Tak Tanggung-tanggung Menteri menegaskan bahwa Ia sangat yakin kedepan di tangan Walikota Ir Maurits Mantiri dan Wakil Hengky Honandar kemajuan Pariwisata akan berkembang maju pesat, ditambah dengan sokongan juga dari pihaknya yaitu Menparekraf.

“Kita harus buka peluang usaha, untuk ciptakan lapangan kerja. Di kota bitung ini, salah satu Kota yang mengalami pertumbuhan yang baik di tengah Pandemi. Karena adanya kekuatan ekspor dari produk-produk yang memang memiliki keunggulan disini. Mari kita gunakan kesempatan ini, untuk program tepat sasaran, tepat manfaat dan temat waktu untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Di Taman Wisata Alam Batu Angus tersebut, Menteri Sandiaga juga didampingi Ni Wayan Giri Adnyani,Sekretaris Menparekraf Vincensius Jemadu, Deputi bidang Pengembangan destinasi dan infrastruktur Ario prawiseso, Staff khusus Menteri, Dandim 1310 bitung dI wakili oleh Danramil bitung tengah, Badan promosi pariwisata kota bitung, Hentje Alvy Pongoh,Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sulawesi utara, Bapak Askhari dg. Masiki, Investor PT Taka Ibu Dewi Y Wowor dan ibu Sri Nurul Rianawati dan stakeholders pelaku dan komunitas ekraf.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *