Manado, Sulutreview.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang serta tanah longsor melanda berbagai daerah di Indonesia tidak terkecuali wilayah kerja PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Dan Gorontalo (Suluttenggo).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), merils bahwa cuaca ekstrem disebabkan Siklon Tropis Nyatoh dengan intensitas yang terus menguat dalam 24 jam terakhir.
Beberapa daerah mulai dari Kota Manado, Kabupaten Minahasa Raya dan sekitarnya, Kabupaten Bolaang Mongondow Raya dan sekitarnya, Kabupaten Gorontalo dan sekitarnya, hingga Kabupaten Donggala dan sekitarnya menjadi daerah yang terpantau terdampak yang berakibat pada banyaknya tiang roboh, jaringan putus, dan juga jaringan yang rusak akibat longsor.
Menyikapi hal ini, PLN UIW Suluttenggo menurunkan seluruh personil siaga berjumlah 2.413 petugas yang tersebar di wilayah kerja Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo untuk siaga dalam menghadapi dan memulihkan kelistrikan yang terdampak akibat cuaca ekstrim yang terjadi.
General Manager PLN UIW Suluttenggo, Leo Basuki mengungkapkan perhatian dan keseriusannya dalam mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrim pada pelayanan listrik PLN. Hal ini dibuktikan juga dengan koordinasi yang dilakukan saat Rapat Dengar Pendapat bersama DPRD Provinsi Sulawesi Utara pada Senin (6/12/2021).
“Petugas siaga penuh 1 x 24 jam untuk memberikan yang terbaik memulihkan kondisi kelistrikan agar masyarakat pelanggan dapat merasa aman di tengah cuaca yang kurang bersahabat”, ungkap Basuki.
Tidak hanya memberikan instruksi, Leo Basuki turut siaga memantau perkembangan pemulihan jaringan listrik berbagai lokasi yang terdampa.(srv)













