Ikut Pertemuan Tahunan BI, Olly Optimis Ekonomi Sulut Tumbuh 6 Persen

Gubernur Olly Dondokambey dan Kepala Kantor BI Sulut Arbonas Hutabarat saat menyerahkan penghargaan kepada industri jasa keuangan, pelaku usaha dan petani. Foto : Hilda Margaretha
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengikuti agenda penting pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) 2021, Rabu (24/11/20221).

Mengusung tema Bangkit dan Optimis Sinergis dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi itu, diharapkan menjadi semangat dan pelecut serta evaluasi untuk bengkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Gubernur lly mengaku optimistis dengan perjalanan pertumbuhan ekonomi Sulut, yang diproyeksikan akan terus meningkat positif, bahkan bakal ada di posisi 6 persen.

Sejumlah indikator yang sangat penting untuk mendongkrak ekonomi, menurut orang nomor satu di Sulut ini, adalah kemampuan meminimalisir penyebaran Covid-19, menyusul gencarnya upaya vaksinasi yang terus dilakukan.

“Kalau pandemi dapat kita tangani dengan baik, maka investasi akan bergairah, sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita di posisi 6 persen,” kata Olly optimis.

Diungkapkan Olly, serapan dana APBN dan APBD sampai di penghujung tahun ini akan berada di 5,2 persen. Hal itu akan diikuti dengan rampungnya semua kegiatan di berbagai sektor. “Semua sektor akan kita genjot, karena sebelumnya sempat terkoreksi,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi Sulut yang berada di atas nasional, sebutnya menjadi indikator bangkitnya ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi kita di atas rata-rata nasional. Kalau pandemi Covid-19 dapat terlewati, khususnya di momen Nataru (Natal Tahun Baru-red), maka investasi akan berlanjut,” tandasnya sembari menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulut turut di suport 22 persen dari sektor pertanian.

Pada kesempatan itu, Olly ikut menyimak catatan yang disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo yang diikuti dengan pidato Presiden Joko Widodo secara virtual dari lantai 3 Kantor BI Sulut.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengawali pertemuan yang dihadiri pelaku industri jasa keuangan dan stakeholder terkait, menjelaskan tahun 2021 merupakan tahun bangkitnya perekonomian Sulawesi Utara.

Setelah mengalami pertumbuhan negatif selama 3 (tiga) triwulan berturut-turut pada tahun 2020, perekonomian Sulut tumbuh 1,87% (yoy) pada triwulan I dan 8,49% (yoy) pada triwulan II 2021.

Penurunan kurva kasus Covid-19 Sulut antara Februari hingga Juni telah meningkatkan kembali aktivitas masyarakat sehingga mendorong kenaikan permintaan domestik. Kondisi ini ditunjukkan oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuat pada semester I 2021.

Selain itu, realisasi belanja modal pemerintah dan investasi swasta yang tumbuh signifikan menjadi pendorong utama perekonomian Sulut pada semester I 2021.

Dari sisi eksternal, membaiknya perekonomian negara mitra dagang utama dan tren kenaikan harga komoditas meningkatkan ekspor luar negeri, khususnya ekspor minyak nabati yang merupakan komoditas utama ekspor luar negeri Sulut.

Dari sisi lapangan usaha, pemulihan terjadi pada lapangan usaha transportasi dan perdagangan yang terkait erat dengan peningkatan mobilitas masyarakat. Sedangkan membaiknya realisasi belanja modal APBD dan APBN menjadi pendorong kinerja sektor konstruksi, sebagaimana terindikasi dari kenaikan pengadaan semen di Sulut.

Pulihnya permintaan eksternal mendorong perbaikan kinerja lapangan usaha industri pengolahan di sisi hilir maupun lapangan usaha pertanian termasuk perkebunan di sisi hulu.

“Namun demikian, varian delta Covid-19 yang menyebar dengan cepat menyebabkan proses pemulihan perekonomian kembali terhambat. Negara maju maupun negara berkembang kembali memberlakukan pembatasan,” ujar Arbonas.

PPKM kembali diberlakukan di Indonesia
sepanjang Juli-Agustus 2021, sehingga kinerja perekonomian nasional dan daerah kembali tertahan. Alhasil pada triwulan III, perekonomian hanya Sulut tumbuh sebesar 3,15% (yoy) bersamaan dengan melambatnya konsumsi masyarakat.

Realisasi anggaran pemerintah pun tidak bisa secepat pada semester I. Demikian pula permintaan negara-negara mitra dagang tercatat menurun sehingga menyebabkan pertumbuhan ekspor Sulut kembali melambat pada triwulan III.

“Meski demikian, kami menilai perekonomian Sulut masih berada dalam arah lintasan (trajektori) perbaikan sebagaimana ditunjukkan oleh pertumbuhan kumulatif triwulan III 2021 sebesar 4,45% (ctc),” ungkap Arbonas.

Memasuki triwulan IV 2021, ekonomi diprakirakan menguat seiring dengan penurunan kasus aktif Covid-19 dan percepatan vaksinasi di Sulawesi Utara. Kinerja industri dan pertanian diperkirakan
tetap positif sejalan dengan tren positif ekspor luar negeri komoditas andalan Sulut.

Percepatan realisasi belanja modal maupun operasional baik yang bersumber dari APBD maupun APBN juga diperkirakan akan meningkat sesuai dengan pola musimannya dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan perekonomian Sulut. Berlanjutnya pemulihan ekonomi Sulut akan ditunjang stabilitas sistem keuangan yang tetap terjaga dan tumbuh positif. Sampai dengan September 2021 kredit
berlokasi proyek di Sulut tercatat tumbuh 9,86% (yoy) dengan kualitas penyaluran kredit yang terjaga pada rasio NPL sebesar 2,93%.

Kabar baiknya, kredit modal kerja tercatat tumbuh paling tinggi yang mengindikasikan tanda-tanda pulihnya dunia usaha.

Pada pertemuan itu, BI memberikan penghargaan kepada industri jasa keuangan, pelaku UMKM dan petani yang sukses meningkatkan capaian di masa pandemi.(eda)

banner 300x250