BI Sulut Cetak Wirausaha dan Petani Unggulan

Para wirausaha dan petani unggulan BI saat mengikuti wisuda

Manado, Sulutreview.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menggulir program pelatihan Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) dan Petani Unggulan Bank Indonesia (PUBI).

Bagi BI Sulut, dunia pertanian dan UMKM
memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional maupun daerah.

Sektor pertanian dan UMKM merupakan penyedia jaring pengaman masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah, merupakan salah satu sumber pendapatan utama negara Indonesia yang berperan penting dalam mengentaskan kemiskinan.

Sebagai negara agraris, peranan sektor pertanian masih cukup dominan. Bahkan diungkap data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor pertanian di dalam PDB kuartal III-2021 sebesar 13,6%.

Sektor pertanian masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi negara terbesar ke-2. setelah industri pengolahan. Peranan dari sektor UMKM juga mengalami perkembangan, utamanya di era pandemi Covid-19. Sektor UMKM diyakinkan sebagai sektor yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian selama pandemi.

Atas dasar itulah maka pemerintah kemudian menggagaskan agar sektor UMKM dapat dijadikan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang baru.

Namun di sisi lain, sektor pertanian dan UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan ketenagakerjaan. Salah satu faktor penghambat yang dominan adalah masih banyak petani dan pelaku UMKM yang belum mampu untuk membuat pencatatan laporan keuangan yang
terstruktur, serta tidak memperhitungkan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai komponen yang krusial dalam perhitungan hasil penjualan mereka.

Kurangnya pengetahuan di bidang pencatatan keuangan dan kewirausahaan ini menyebabkan para petani dan pelaku UMKM tidak mampu untuk mengelola pendapatan mereka secara maksimal, sehingga seringkali tidak dapat menggunakan pendapatan dari hasil penjualan sebelumnya untuk produksi berikutnya.

Sebagai bagian dari cara memitigasi hambatan terhadap profesi petani dan juga pelaku UMKM, maka Kantor Perwakilan Bank Indonesia membentuk Program Petani Unggulan dan Wirausaha Unggulan.

“Program ini diciptakan untuk membantu para petani dan wirausahawan dalam mengembangkan kapasitas mereka,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat saat pelaksanaan wisuda WUBI dan PUBI di hotel Luwansa, Rabu (17/11/2021).

Secara khusus, program ini dibuat agar para petani dan wirausahawan memiliki mindset yang lebih terarah, agar memiliki kemampuan yang lebih tajam untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang sedang dihadapi sehingga mampu menemukan pemecahan masalah yang terbaik berdasarkan hasil investigasi. “Kemampuan itulah yang berusaha untuk ditumbuhkembangkan selama pelatihan ini,” sebut Arbonas.

Program WUBI dan PUBI tahun 2020 telah berjalan selama setahun, yakni sejak November 2020. Dan dalam kurun satu tahun tersebut, telah dilaksanakan empat tahapan pelatihan yang dilakukan secara offline dan online.

Pertemuan offline, dilakukan sebanyak 4 kali dalam satu tahun, termasuk kegiatan capacity building yang dilakukan sejak tanggal 16 November 2021, sedangkan kegiatan konsultasi dilakukan secara online via kanal media sosial (Whatsapp Group).

Selama 4 kali tahap pelatihan, para calon WUBI dan PUBI tahun 2020 telah mendapatkan berbagai macam materi yang bermanfaat.

“Sebagai contoh, pada tahap pelatihan pertama dan ke-2, calon WUBI telah mendapatkan pelatihan mengenai business canvas, digital marketing, branding, dan NLP. Di mana pada tahap ke-3, para peserta telah mendapatkan
pelatihan yang lebih lanjut, mulai dari cara penentuan HPP, pembuatan laporan keuangan, hingga pemanfaatan kanal digital untuk keberlangsungan usaha,” tambah Arbonas.

Sebelumnya, para peserta calon PUBI juga telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan variatif, seperti pengolahan tanah, pengenalan hama dan penyakit, pembuatan pupuk organik cair (POC), pertanian terintegrasi, pemasaran pertanian secara digital, hingga manajemen keuangan.

“Berdasarkan laporan dari tim IMUTS Pelatih Indonesia selaku coach, sebagian besar peserta juga telah menerapkan ilmu yang diberikan terhadap lahan pertanian mereka, sehingga menghasilkan usaha pertanian yang lebih maju dengan pangsa pasar yang lebih luas dari sebelumnya,” ungkap Arbonas sembari menambahkan prosesi wisuda secara langsung telah menetapkan para wirausaha unggulan dan petani unggulan BI Sulut.

“Kegiatan ini telah melahirkan wirausahawan dan petani-petani yang unggul serta berkompeten. Jadikanlah acara wisuda ini bukan merupakan akhir dari proses belajar dan perjuangan, namun sebagai titik awal semangat yang baru untuk bersama-sama memajukan dan mengembangkan sektor UMKM dan pertanian Sulawesi Utara,” kata Arbonas. (eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *