Menag Yaqut Restui Sulut Tuan Rumah Konas FKUB ke-VI

Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa MTh (tengah) didampingi Kaban Kesbangpol dan Asisten I Setdaprov Sulut. Foto : Hilda M
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan restu serta dukungan penuh atas rencana pelaksanaan Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (Konas FKUB) ke-VI yang akan digelar di Kota Tomohon pada 18-20 November 2021 mendatang.

Menag menyambut dan merespon baik rencana tersebut. Hal itu terungkap saat dilakukan audience dan dialog di ruang Command Center Pemprov Sulut, Selasa (26/10/2021).

Bacaan Lainnya

“Menag sangat senang bahkan memberikan dukungan, baik secara teknis dan finansial,” ungkap Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa MTh.

Menag Yaqut, sambung Rumopa, berharap kegiatan harus sukses karena tahun 2022 mendatang akan ditetapkan pemerintah RI sebagai tahun toleransi.

“Pemerintah akan mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi, sehingga ini merupakan pijakan awal untuk memberikan legitimate bahkan trigger kepada seluruh anak bangsa untuk menjunjung tinggi kerukunan,” tukasnya.

Sebagai tuan rumah, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sambung Rumopa, terus mematangkan kegiatan yang akan dihadiri peserta yang berasal dari berbagai kalangan seperti, FKUB, akademik, DPRD, Kesbangpol se Indonesia dan sejumlah Kementerian.

Sesuai rencana, kegiatan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Manado dan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin yang direncanakan menghadiri penutupan kegiatan di Kota Tomohon. “Untuk kepastiannya kita tinggal menunggu dari panitia pelaksana,” ujarnya.

Sesuai jadwal yang dirancang, pada Konas FKUB akan dirangkaikan dengan pencanangan kota toleransi. “Kota Tomohon akan dicanangkan sebagai kota toleransi. Nantinya, ada beberapa kepala daerah yang akan mendapatkan penghargaan sebagai tokoh-tokoh plural yang ditetapkan oleh FKUB,” sebut Rumopa sembari menambahkan pada kegiatan Konas akan dilakukan kegiatan anjangsana, pertemuan dan dialog di beberapa tempat, karnaval kerukunan dan expo kerukunan.

“Sampai saat ini sudah terdapat 1.112 peserta yang mendaftar,” rincinya.

“Untuk persiapan sudah dikoordinasikan dengan Gubernur, terutama menyangkut finansial dan teknis kegiatan. Karena FKUB kan tidak memiliki anggaran, kami hanya meminta bantuan anggaran,” ujarnya kembali.

Selain itu, diungkapkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulut, Evans Steven Liow SSos bahwa pada momentum tersebut akan dilakukan pencanangan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sebagai Bumi Revolusi oleh Presiden Joko Widodo.

“Momentum ini akan menjadi trigger kerukunan dan toleransi yang harus dijunjung tinggi,” kata Liow turut diiyakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut, Denny Mangala.

Dia juga menyampaikan kerukunan yang ditebar di Sulut akan berdampak luas sampai ke tingkat nasional maupun internasional.

“Kegiatan berskala besar ini, dipastikan akan menjadi spotlight di tingkat nasional bahkan internasional,” imbuhnya.(eda)

banner 300x250