KPU Bitung Gandeng PWI-SMSI, Siapkan Pembahasan Nota Kesepahaman Perkuat Informasi Kepemiluan yang Edukatif

BITUNG, Sulutreview.com – Meski tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berikutnya masih jauh, akan tetapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung mulai mengambil langkah strategis untuk memperkuat dan mempertajam kesiapan demokrasi, khususnya dalam membangun ekosistem informasi kepemiluan yang cepat, akurat, dan edukatif menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rapat pembahasan Nota Kesepahaman dan Kerja Sama antara KPU Kota Bitung, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung, serta Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bitung, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di salah satu kafe di kawasan Manembo-Nembo itu dihadiri Ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw SE, didampingi Komisioner Franky Takasihaeng SH, Ketua PWI Bitung Muaz Taizar Basalamah, Ketua SMSI Bitung Paulus Marinu, serta perwakilan kalangan akademisi, termasuk Dr. Basmi Said M.Si dari STIE Petra.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara penyelenggara pemilu, insan pers, media siber, dan kalangan akademisi guna memperkuat penyebarluasan informasi kepemiluan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung rencana kerja sama tersebut.

Menurutnya, upaya membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan tahapan pemilu mendatang.

“Dalam rangka tersebut, diupayakan merangkul semua stakeholder untuk bekerja sama, guna memastikan jalannya demokrasi sesuai dengan cita-cita kita bersama,” jelas Sumampouw.

Ia menambahkan, pembahasan Nota Kesepahaman ini tidak hanya melibatkan organisasi pers, tetapi juga kalangan akademisi dari STIE Petra dan STBM Bitung. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas informasi sekaligus mendorong pendidikan politik yang lebih baik bagi masyarakat.

“Semoga ini menjadi kolaborasi yang baik antara KPU, media massa, dan para akademisi yang ada di Kota Bitung,” katanya.

Deslie juga mengungkapkan bahwa draf Nota Kesepahaman dan Kerja Sama tersebut telah diteruskan ke tingkat provinsi dan telah mendapatkan konfirmasi untuk proses selanjutnya.

Pihaknya berharap dokumen kerja sama itu memperoleh persetujuan KPU RI sehingga penandatanganan bersama dapat dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun KPU pada 7 November 2026.

Sementara itu Frangky Takasihaeng SH .mengatakan peran pers sangat penting sebagai penyambung lidah informasi yang secara cepat tepat dan presisi ke masyarakat memberitakan hal-hal yang belum diketahui oleh masyarakat untuk dapat diketahui.

“Apalagi yang lalu, banyak temuan-temuan dilapangan yang masih kurang untuk dikabarkan, sehingga kami jajaran komisioner menyimpulkan harus secara cepat melakukan MoU ini, agar supaya kedepan ketika tahapan Pemilu dimulai Pers juga bersama-sama dengan KPU sebagai Garda Terdepan mengawal Pemilu yang demokratis yang dapat berjalan aman dan lancar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI Bitung Muaz Taizar Basalamah, didampingi Bendahara PWI Yaser Baginda, Laode Ali Mardana, dan Ferdinand Gioh, bersama Bendahara SMSI Mirwan Tadjudin, menyambut positif rencana kolaborasi tersebut.

Menurutnya, pembahasan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah terbuka untuk memperluas akses informasi kepemiluan, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi.

Sinergi ini diharapkan tidak sekadar menjadi kesepakatan administratif, tetapi juga berkembang menjadi kolaborasi nyata dalam menghadirkan informasi kepemiluan yang edukatif, mudah dipahami, dan dapat dipercaya masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, KPU Bitung bersama organisasi pers dan kalangan akademisi diharapkan mampu membangun komunikasi publik yang lebih efektif, menangkal simpang siur informasi, serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya keterlibatan dalam proses demokrasi.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *