Waduh!! Warga di Pinasungkulan Bakal Dipindahkan oleh PT MSM/TTN, Ada Apa?

Gambar peta PT MSM dan mobil pertambangan (foto istimewa)
IMG-20210818-WA0009

Bitung, Sulutreview.com– Seluruh rumah di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) dikabarkan akan segera dipindahkan. Usut punya usut kandungan tanah di Kelurahan Pinasungkulan tersebut diduga kuat memiliki kandungan emas dengan kandungan besar.

Kabar ini menyeruak dari mulut ke mulut, disejumlah warga di Pinasungkulan dan juga sejumlah tokoh-tokoh di Kota Bitung bahwa pihak Perusahaan Tambang PT Meares Soputan Meaning (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) dalam waktu dekat tah berencana akan memindahkan Kelurahan Pinasungkulan, baik itu Pemukiman, Sekolah, Kantor Lurah, Tempat Ibadah sampai Fasilitas kelurahan lainnya.

Kabar ini memang, sudah terdengar bahwa pemindahan kelurahan ini sudah sejak jauh hari direncanakan pihak Perusahaan Tambang tersebut namun, masyarakat masih enggan meninggalkan tanah kelahirannya itu karena pihak perusahaan masih meminta harga yang murah.

“Yang kami dengar perusahan hanya bersedia membayar tanah di Pemukiman Kelurahan itu seharga kisaran Rp 250 000 per meter, makanya kami tidak bisa menyetujuinya,” jelas warga yang mempunyai tanah di kelurahan itu yang enggan namanya dipublish.

Apalagi saat gejolak kabar ini tersiar, sejumlah wartawan pun langsung bereaksi dengan melakukan investigasi tentang diduga adanya upaya ekspliotasi emas liar yang sempat ramai dilakukan warga awal tahun ini diduga diotaki oleh pihak PT MSM/TTN agar tanah dan pekarangan menjadi rusak sehingga harga tanah di Kelurahan Pinasungkulan menjadi murah.

“Ini sudah biasa dalam permainan perusahaan tambang. Agar tanah menjadi murah harus dirusak duluan. Sebab kandungan emas di Pinasungkulan berada pada kedalaman 100 Hingga 150 Meter, sehingga mana mampu penambang liar membiayai pengalian hingga kedalaman itu, pasti baru 50 meter sudah rugi karena emas yang didapat adalah emas mudah atau emas putih,” ungkap salah satu warga.

Sementara itu, soal pembelian tanah dari keterangan sejumlah warga berkisar di 2 sampai 3 juta per meter barulah mereka setuju.

“Jika hanya untuk tanah kami siap dengan harga seperti itu diluar ongkos bangunan,” jelas Niko Co.

Namun, ketika di hitung lebih jauh memang harga Sejuta per meter adalah harga yang pas untuk kelurahan Pinasungkulan apalagi perpindahan kelurahan itu harus di barengi dengan pembuatan sarana jalan, Fasilitas Kantor serta Fasilitas ibadah oleh pihak Perusahaan.

Apalagi terinformasi Induk perusahaan PT MSM/TTN yaitu PT Archi Indonesia TBK mengalami kerugian, karena saham yang dilepas perusahan tersebut tak laku di bursa hanya dibeli oleh orang dalam PT Archi sendiri.

Hal inilah yang menjadi kesulitan pihak PT MSM/TTN membeli tanah di Pinasungkulan dengan harga yang mahal, Meski PT MSM/TTN saat ini sedang pada masa-masa untung yang signifikan sebagai perusahaan tambang namun semuanya tersedot ke induk perusahaan.

Lantas? apa tanggapan pihak PT MSM/TTN soal kabar ini. Saat dihubungi wartawan Selasa (26/10/2021) Humas PT MSM/TTN Inyo Rumondor masih berkelit bahwa rencana itu belum.

“Akan tetapi hal tersebut, masih dilakukan kajian atau study oleh perguruan tinggi, namun jika ada info terbaru akan kami undang,” kata mantan Jurnalis ini.(zet)

banner 300x250