Saat di Pelabuhan Perikanan, Menteri Trenggono Tiba-tiba Panggil Maurits Mantiri

IMG-20210818-WA0009

Bitung, Sulutreview.com– Janji Menteri Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono untuk datang ke Kota Cakalang Bitung Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya ditepatinya.

Hal ini dibuktikan saat Menteri Wahyu Sakti Trenggono, melakukan Kunjungan Kerjanya di Sulut selama 2 hari yaitu sejak Senin 6-7 Oktober dimana di Kota Manado pada Senin dan Selasa Ia datang ke Kota Bitung.

Terpantau pada kunjungannya di Kota Bitung. Menteri pertama-tama mengunjungi Kantor Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung yang berada di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga sekira pukul 09:00 WITA.

Saat Ia menginjakan kakinya di Kota Cakalang Bitung ini, Menteri langsung dijemput oleh Wakil Gubernur Steven O Kandouw SE, Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM serta Senator Sulut Stevanus BAN Liouw, Kadis Perikanan Provinsi Sulut dan Kapolres Bitung dan pihak Polair serta jajaran TNI serta Direktur Politeknik Bapak Politeknik KP Bitung Daniel Heintje Ndahawali SP.i MS.i dan jajaranya.

Terlihat, Menteri mengelilingi lokasi Kantor Politeknik diiringi Marching Band dan melihat langsung program-program serta keahlian yang dipelajari di Politeknik.

Sempat juga terjadi tanya jawab yang disampaikan Menteri, namun bisa dijelaskan secara taktis dan terperinci oleh Direktur Politeknik Bitung dan jajaranya.

Usai di Politeknik, Menteri berpindah lokasi Kantor Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP). Namun tidak menaiki mobil, namun hanya berjalan saja bersama rombongan karena tidak terlalu jauh. Disana juga Menteri menanyakan banyak hal terkait program apa selama ini yang dilakukan pihak BPPP.

Tak lama kemudian, Menteri berpindah lagi ke Kantor PSDKP (Pengawas dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) disana Menteri bersama Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Ipunk Nugroho Saksono MM MS.i, langsung dijemput oleh Kepala PSDKP Donny M Faisal MS.i dan langsung masuk ke Tenda untuk menunjukan beberapa program-program dan fasilitas yang ada di PSDKP seperti Kapal Patroli serta tindakan yang telah dilakukan.

Menteri juga menanyakan apakah pernah ada pelanggaran Warga Negara Asing (WNA) yang langsung dijawab oleh Kepala PSDKP bahwa hal itu ada serta pelanggar Ilegal Fishing pun juga ada.

Setelah itu, rombongan langsung menuju dermaga PSDKP dan menaiki Kapal Patroli untuk menuju ke Dermaga Pelabuhan Perikanan Bitung. Selang hampir 25 menit berlayar Menteri sangat terpukau dengan keindahan Pulau Lembeh, sambil menanyakan kepada Wali Kota akan hal-hal apa saja yang ada di Pulau Lembeh yang langsung dijawab secara jelas oleh Wali Kota.

Menariknya saat menemui para sejumlah nelayan penerima bantuan pinjaman modal kerja, ada salah satu penerima yang dilihat oleh Menteri yang secara tiba-tiba Wali Kota Ir Maurits Mantiri MM dipanggil Menteri serta mengatakan apakah ini terlalu besar pinjamanya?

“Pak Wali, Pak Wali boleh kesini sebentar,” sahut Menteri.

Mendengar panggilan Menteri, secara cepat Maurits langsung menghampirinya. “Ini kok nelayan pancing bantuanya dapat 80 juta. ini kebanyakan mungkin,” kata Menteri dengan senyum simpulnya.

Hal ini pun langsung dijelaskan oleh Wali Kota. Yang menurutnya bahwa memang pinjaman ke nelayan bervariasi tergantung apa jenis usaha yang dijalankanya.

“Kalau ini pak, memang mereka nelayan untuk pancing Tuna sesuai kebutuhan mereka. Apalagi dalam proses pengajuan pinjaman ini, ada tim pendamping yang sudah melakukan survei serta penghitungan akan kebutuhan setiap nelayan yang mengajukan pinjaman,” pungkasnya.

Usai melakukan tatap muka dengan nelayan serta pihak jajaran Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung Menteri langsung beranjak kembali ke Kota Manado.

Saat hendak pergi, Wali Kota menghampiri Menteri di mobil yang menyampaikan banyak-banyak terimah kasih atas kedatanganya di Kota Bitung yang dibalas Menteri dengan terimah kasih juga sambil melempar senyum khasnya.

Seperti diketahui, dilansir dalam siaran Pers KKP, Menteri Trenggono memaparkan rencana penerapan kebijakan penangkapan terukur kepada pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah tersebut.
 
Kebijakan penangkapan terukur menurut Menteri Trenggono menjadi solusi menggeliatnya industri perikanan di dalam negeri, khususnya di Kota Bitung. Terlebih Bitung memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dimana sebagian besar usaha di dalamnya bergerak di bidang perikanan.
 
“Yang ini saya lihat (di sini) adalah bagaimana kira-kira rencana penerapan kebijakan penangkapan terukur. Saya berharap sebetulnya ke depan Bitung ini bisa menjadi pusat industri (perikanan) kelas dunia. Saya harap begitu,” ujar Menteri Trenggono.
 
Komoditas perikanan mendominasi di Bitung adalah tuna dan cakalang. Keduanya merupakan produk perikanan bernilai ekonomi tinggi, baik di pasar lokal maupun dunia.
 
Bitung juga memiliki pelabuhan perikanan tipe A yang bisa mendaratkan ikan dalam jumlah besar yakni Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung. Lokasinya juga tidak begitu jauh dari Bandara Internasional Sam Ratulangi yang menjadi gerbang transportasi pengiriman produk perikanan melalui udara.
 
Menteri Trenggono menambahkan, penerapan kebijakan penangkapan terukur akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, baik sebagai nelayan, pekerja industri perikanan, maupun anak buah kapal (ABK).
 
Di samping itu, kebijakan penangkapan terukur bertujuan untuk mengurai persoalan minimnya tangkapan nelayan lokal. Sebab ke depan, nelayan lokal memiliki keleluasaan dalam memanfaatkan sumber daya perikanan yang ada di wilayahnya.
 
“Di WPPNRI 716 dan 717 itu pemanfaatannya dibagi dalam kuota. Kuota industri, nelayan lokal atau tradisional, dan rekreasi. Kemudian kita akan hitung berapa jumlah nelayan lokal dan ABK untuk pembagian kuotanya. Dan nelayan yang boleh menangkap ya nelayan yang berasal dari wilayah tersebut. Kita verifikasi melalui kartu identitas,” papar Menteri Trenggono.(zet)

banner 300x250