PLN Gunakan Produk Lokal Senilai Rp33 Triliun untuk Proyek Ketenagalistrikan

Ilustrasi
IMG-20210818-WA0009

Jakarta, Sulutreview.com – Berbagai upaya untuk meningkatkan pemakaian produk dalam negeri di berbagai proyek kelistrikan, terus dilakukan PT PLN (Persero). Hal itu demi memacu pertumbuhan industri dan perekonomian  nasional.

Tercatat, hingga Juli 2021, realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PLN mencapai 47,64 persen atau setara dengan realisasi investasi PLN setara Rp 33,02 triliun, dari total Rp 67,85  triliun yang dilakukan assesment TKDN oleh surveyor independent dan self assesment.

Bacaan Lainnya

Pemanfaatan TKDN di proyek ketenagalistrikan mengalami peningkatan sebesar 7,54% dibandingkan realisasi tahun 2020 sebesar 40,1 persen.

“PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dalam berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Baik untuk pengadaan barang maupun jasa PLN,” ungkap Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi.

Pemanfaatan TKDN terbesar terdapat pada proyek pembangunan jaringan distribusi senilai Rp 5,44 triliun atau 83,1 persen dari total investasi dengan besaran Rp 6,56 triliun.

Selanjutnya, pembangunan transmisi TKDN sekitar Rp11,02 triliun atau 76,7 persen dari total Rp 14,55 triliun. Sedangkan pembangunan gardu induk realisasi TKDN mencapai 56,2 persen dan untuk pembangkit sebesar 28,4 persen.

Sejauh ini, seluruh pekerjaan dan material distribusi telah dilaksanakan oleh perusahaan dalam negeri. Untuk Pekerjaan transmisi dan gardu induk, sepenuhnya dilaksanakan Perusahaan dalam negeri. Untuk pekerjaan infrastruktur pembangkit, tantangan masih cukup besar dan baru sebagian pekerjaan yang dapat dilaksanakan perusahaan dalam negeri. 

Capaian ini dianggap menantang, karena terdapat komponen kelistrikan yang belum sepenuhnya diproduksi dari dalam negeri.  “Ini menjadi peluang untuk mendorong industri kita bertumbuh di dalam negeri,” ujarnya.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berupaya mendorong perekonomian nasional, dan PLN terus berkomitmen untuk menggunakan produk-produk dalam negeri dan juga melibatkan industri domestik dalam setiap proses bisnis yang dijalankan. Saat ini, PLN tengah bekerja sama dengan BPPT untuk memetakan kemampuan dan kapabilitas industri nasional untuk menetapkan Peta Jalan Peningkatan TKDN dalam industri ketenagalistrikan nasional.
 
Langkah yang dilakukan PLN ini untuk pemenuhan ketentuan Peraturan dan Perundang-undangan terkait TKDN yang berlaku yang menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk kepentingan umum wajib menggunakan barang dan/atau jasa produksi dalam negeri.

Persentase minimum TKDN yang harus dipenuhi PLN dalam setiap jenis proyek infrastruktur ketenagalistrikan baik untuk pembangkit, gardu induk, maupun transmisi secara rinci diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 54 Tahun 2021 .

“Tak hanya mendukung peningkatan TKDN dan memajukan industri dalam negeri, langkah ini sekaligus memperkuat kelistrikan nasional,” tandasnya. Agung pun berharap seluruh target TKDN di berbagai proyek ketenagalistrikan dapat tercapai.

“Kami berharap PLN dapat membantu industri dalam negeri untuk terus bertahan untuk menggerakkan kembali perekonomian nasional terutama dalam masa pandemi Covid-19. PLN terus bergerak maju dan tetap optimistis dalam situasi saat ini,” terang Agung.(srv)
 

banner 300x250