Majukan UMKM, Dekranasda Gandeng BI Sulut

Dekranasda dan BI Sulut terpanggil untuk memajukan UMKM sebagai garda terdepan perekonomian
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Bank Indonesia sepakat untuk memajukan keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan koordinasi dalam rangka pengembangan kerajinan daerah.

Bacaan Lainnya

Pengembangan tersebut dilakukan pada sektor kerajinan. “Kita banyak mengenal kerajinan yang menjadi khas masing-masing daerah di Indonesia. Dari Sulawesi Utara, sudah cukup dikenal kain seperti kain Bentenan, Cofo, Pinawetengan,” kata Kepala BI Sulut, Arbonas Hutabarat pada Jumat (13/08/2021).

Selain itu, Sulut juga memiliki kerajinan, seperti perhiasan dari sisik ikan dan kerajinan berbahan sabut atau batok kelapa. Bahan-bahan lokal dan endemik Sulut, seperti serat Abaca juga sangat potensial untuk dibuat menjadi kerajinan yang diminati di mancanegara.

“Perkembangan UMKM/IKM khususnya pada sektor kerajinan tersebut sangat erat kaitannya dengan kehadiran Dekranasda yang senantiasa melestarikan dan mengembangkan produk serta memasarkan hasil kerajinan lokal Indonesia menjadi produk unggulan yang dikenal sampai ke mancanegara,” kata Arbonas.

Melihat besarnya potensi UMKM/IKM di sektor industri kerajinan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut bersama Dekranasda berkomitmen untuk terus bersinergi dalam pengembangan UMKM/IKM pada sektor kerajinan khususnya kerajinan kain, fesyen, home décor, dan kerajinan lain yang bersifat industri atau produk kreatif yang menjadi potensi daerah Sulawesi Utara di Sulawesi Utara.

Komitmen ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan BI Sulut dan Dekranasda Sulut terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang dilaksanakan oleh Pemerintah secara nasional sejak tahun 2020 serta dukungan kepada UMKM/IKM sektor kerajinan yang sangat terdampak dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Sinergi yang akan dibangun dalam kerangka PKS ini antara lain berupa, pendampingan dalam penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, perluasan pasar, dan/atau fasilitasi peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM/IKM kerajinan.
Fasilitasi perluasan penggunaan instrumen dan infrastruktur digital payment terutama Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam mendukung penguatan ekonomi dan keuangan digital bagi UMKM/IKM kerajinan.

Demi mewujudkan sinergi tersebut, Kantor BI Sulut, siap untuk melakukan pembinaan terhadap perajin-perajin potensial Sulawesi Utara yang selama ini sudah dibina dan dikembangkan dengan baik oleh Dekranasda untuk dapat lebih berkembang dan menjadi produk unggulan di Indonesia bahkan pada tingkat dunia.

Turut hadir, Ketua Dekranasda Sulut, Ny Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara, Praseno Hadi,
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Edwin Kindangen dan Ketua Persatuan Istri Pegawai BI, Ny Yena Arbonas Hutabarat.(srv)

banner 300x250