Penerapan PPKM Mikro, Walikota Bahas Sejumlah Kendala di Lapangan

Walikota Andrei Angouw saat mengikuti jalannya rapat evaluasi
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Walikota Manado Andrei Angouw selaku ketua Satgas Penanganan Covid-19 di Kota Manado didampingi Wakil Walikota Manado Richard Sualang memimpin rapat evaluasi tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Manado, Senin (19/07/2021).

Walikota menyampaikan gambaran umum pelaksanaan PPKM Mikro di Manado saat ini.

Bacaan Lainnya

Walikota juga memberikan kesempatan forum rapat evaluasi memberikan gambaram apa yang sudah mereka lakukan dilapangan.

“Melalui pertemuan saya meminta saran-saran dari kegiatan yang sedang dihadapi di lapangan,” kata Angouw.

Dari berbagai masukan dan pernyataan peserta rapat evaluasi, maka soal koordinasi di lapangan penting dilakukan. Koordinasi ini bisa dilakukan dengan TNI Polri dan unsur terkait lainnya dari Forkopimda Kota Manado.

Mencuat dalam rapat evaluasi adalah perlu dibuatnya Pos Komando (Posko) yang didalamnya ada TNI Polri dan unsur lainnya seperti Kejaksaan, Camat dan lain-lain. “Posko ini juga dalam rangka mengolah administrasi dan informasi serta menjadi tempat berkoordinasi,” jelas Dandim Manado.

Bahasan lainnya yang menjadi fokus adalah permasalahan dan kendala di lapangan yang ditemui. Masalah koordinasi belum terbangun baik dan terutama bagaimana mengkoordinasi dengan jajaran pemerintahan ditingkat bawah Kecamatan dan Kelurahan.

Terkait pemakanan juga menjadi menarik dalam rapat evaluasi sebab menyangkut soal tempat pemakaman dimana, di Manado atau diluar Manado. Sebab akan menjadi masalah jika bukan orang Manado dan meninggal di Manado harus dimakamkan di Manado. Demikian juga masih dalam kaitan pemakaman seperti mobil-mobil Ambulance menjadi bahasan sebab sering menjadi kendala jika ada warga yang meninggal karena covid.

“Konsep PPKM masih terlihat formalitas sebab banyak masyarakat yang tidak paham dan belum mengerti soal PPKM. Jadi memang perlu sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat soal konsep PPKM,” Kata Kapolres.

Menanggapi soal Posko, Walikota menyampaikan akan dibentuk bahkan akan diadakan sampai ditingkat Kecamatan. Walikota meminta untuk memberdayakan para Camat dan seluruh Lurah di Kota Manado untuk mengkoordinasi hal ini.

Soal penguburan menurut Walikota nantinya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi khususnya dengan Gubernur termasuk soal rumah singgah.

Tiga poin penting dari hasil evaluasi pelaksanaan PPKM di Kota Manado ini, adalah soal koordinasi di lapangan, pembentukan pos komando dan sosialisasi kepada masyarakat soal PPKM.

Hadir dalam rapat evaluasi ini, yakni Forkopimda Sulut, Sekot Manado Micler C.S. Lakat, Asisten I Bpk. Heri Saptono, Kadis DLH Frangky Porawouw, dr. Yoy Zeekeon dari Dinkes Manado serta unsur teknis terkait lainnya.

Selesai rapat evaluasi dengan Forkopimda Manado, dilanjutkan dengan internalisasi Pemerintah Kota Manado yang melibatkan Walikota, Wakil Walikota, Sekot Manado, Asisten I, Kadis DLH dan pejabat lainnya.(srv)

banner 300x250