Gubernur Olly Ajak Masyarakat Sulut Perkokoh Nilai Pancasila

0
155
Gubernur bersama sejumlah kepala daerah mengikuti upacara dengan khidmat

Minahasa Utara, Sulutreview.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mengajak seluruh warga masyarakat untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila.

“Peringatan hari lahir Pancasila yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Juni harus dimanfaatkan untuk mengokohnya nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, dalam berbangsa dan bernegara,” sebut Olly, usai mengikuti upacara secara virtual di pendopo Pemkab Minahasa Utara, Selasa (1/6/2021).

Menurut orang nomor satu di Sulut ini, menyampaikan, meski sempat menjadi polemik, namun hari lahir Pancasila sudah jelas yakni pada 1 Juni. Bahkan momentum tersebut dijadikan sebagai hari libur.

“Meski telah menjadi polemik di mana-mana, tentang hari lahir Pancasila, namun dengan ditetapkannya 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, kiranya rakyat akan mengetahui bahwa Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa,” tukasnya.

“Pancasila membuat perbedaan jadi kekayaan. Pancasila merajut keragaman jadi keindahan. Pancasila itu menyatukan. Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021,” kata Olly.

Sebelumnya, Gubernur Olly yang didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw, sejumlah kepala daerah dan jajaran Forkopimda, secara khidmat mengikuti jalannya upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai inspektur upacara (irup) yang digelar di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri. Sementara Jokowi menjadi Irup dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat.

Pada momentum tersebut, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa tantangan Pancasila ke depannya semakin berat. Menurutnya, saat ini rivalitas dan kompetisi antar-pandangan dan antar-ideologi semakin meningkat dan harus diwaspadai.

“Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang republik ini berdiri. Namun, tantangan yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan. Globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan,” kata Jokowi.

Yang harus diwaspadai, meningkatnya rivalitas dan kompetisi. Termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antarideologi,” sambungnya.

Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat serta memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi kontestasi ideologi.

Presiden Jokowi saat menyampaikan pidatonya

“Revolusi industri 4.0 juga telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, dalam berinteraksi dan berorganisaisi dalam skala besar lintas negara,” jelasnya.

Menghadapi tantangan ini, Jokowi ingin semua masyarakat mendalami nilai-nilai Pancasila dengan cara yang tidak biasa.

“Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa, memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama Revolusi Industri 4.0. Dan, sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan,” tegasnya

Menariknya, pada pelaksanaan upacara, baik Presiden Jokowi maupun Gubernur Olly dan peserta upacara lainnya terlihat mengenakan pakaian adat.

Presiden mengenakan pakaian adat dari Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dilengkapi dengan masker bewarna hitam, sedangkan Gubernur menggenakan pakaian adat Minahasa.

Jalannya upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara yang dilanjutkan dengan mengheningkan cipta.

Rangkaian selanjutnya adalah pembacaan teks Pancasila oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo yang diikuti oleh pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani.

Kemudian Presiden Jokowi selaku inspektur upacara menyampaikan amanat yang dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila dalam tindakan bersatu untuk Indonesia tangguh”.

Turut mengikuti upacara di halaman Gedung Pancasila antara lain Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi selaku tuan rumah dan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.

Upacara juga diikuti secara virtual oleh sejumlah pejabat negara di kediaman masing-masing, antara lain Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin, Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, dan Wapres ke-6 Try Sutrisno

Bertindak selaku perwira upacara Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya yang saat ini bertugas sebagai Kepala Staf Komando Garnisun I Jakarta, sedangkan sebagai Komandan Upacara adalah Kolonel Infanteri Muhammad Imam Gogor, asisten operasi Paspampres.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here