Tidak ada Gugatan Pengadilan, Gubernur Olly Apresiasi Kualitas Pilkada Sulut

Gubernur Olly Dondokambey saat menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh stakeholder penyelenggara Pilkada 2020
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 telah rampung tanpa adanya gugatan pengadilan.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam Pilkada 2020. Lebih khusus kepada masyarakat Sulut, karena Pilkada berjalan aman dan lancar.

Bacaan Lainnya

“Kita berhasil melaksanakan Pilkada tak lepas dari peran Bawaslu, KPU dan Forkopimda serta aparat keamanan yang terlibat pada pelaksanaan Pilkada serentak,” ungkap Gubernur Olly pada Rapat Koordinasi Evaluasi Hasil Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah 2020, di aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin (17/05/2021).

“Semua dapat berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan, dengan tingkat partisipasi pemilih 78,72 persen. Sementara daerah lain di bawah Provinsi Sulut. Demikian juga dengan keamanan dan kelancaran yang berjalan baik,” tambah Olly.

Secara administrasi, apa yang dilaksanakan Bawaslu, sambung Olly, sudah diterima dengan baik. Termasuk dana sisa yang dikembalikan.

“Pelaksanaan Pilkada 2020 tidak ada yang mengkhawatirkan. Hasil Pilkada tidak ada yang sampai di tingkat pengadilan. Semua berakhir dengan baik sampai proses pelantikan,” ujar Olly sembari menambahkan KPU dan Bawaslu layak untuk mendapatkan penghargaan.

“KPU dan Bawaslu mendapat penghargaan khusus, karena semuanya berjalan baik. Tidak ada gugatan. Itu artinya, pemilihan berjalan bagus dan berkualitas. Di mana Pilkada di Sulut manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” sebut Olly.

Sebelumnya Ketua Bawaslu Sulut Herwyn JH Malonda mengatakan seluruh rangkaian pemilihan gubernur, bupati dan wali kota telah selesai. Padahal sebelumnya ada dua moment yang sangat mengkhawatirkan. Yakni Sulut masuk kategori indeks kerawanan pemilu tertinggi dan pandemi Covid-19.

“Meski sempat mengalami hambatan namun proses Pilkada dapat berjalan baik. Terima kasih kepada pihak Polda Sulut, Kejaksaan dan seluruh komponen yang ada dalam Pilkada dan bantuan partisipasi seluruh stakeholder. Saya mengucapkan terima kasih,” kata Malonda.

Malonda juga menyampaikan bahwa penggunaan dana Pilkada yang sebesar Rp110 Miliar tidak sepenuhnya terpakai sehingga sisanya dikembalikan sebesar Rp6,9 miliar.

Di sisi lain, Malonda mengungkapkan rasa syukur, sebab meski ada sejumlah personel Bawaslu yang terkena Covid-19, namun dapat disembuhkan.

“Pasca 9 Desember 2020 untuk jajaran Bawaslu hanya beberapa orang yang terkena Covid-19, tetapi secara keseluruhan tidak ada yang meninggal,” ungkapnya.

Lebih dari itu, yang sangat disyukuri tidak adanya sengketa Pilkada. Kecuali Boltim dan Manado yang berproses ke Mahkamah Konstitusi, namun tidak sampai pada proses pembuktian.

“Bawaslu tidak menerima sengketa Pilkada. Juga tidak ada yang terkait dengan laporan politik uang. Bawaslu bersama Polda dan Kejaksaan telah mengawal secara profesional. Bahkan menindaklanjuti pelanggaran para calon,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh jajaran Forkopimda, pejabat bupati dan wali kota serta jajaran Pemprov Sulut.(eda)

.

banner 300x250